Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

PENETAPAN AWAL DAN AKHIR PUASA


PENETAPAN AWAL DAN AKHIR PUASA


Masih ada perbedaan dikalangan umat Islam tentang penetapan awal dan akhir Ramadhan. Sebagian menggunakan ru’yah (melihat bulan)dan sebagian yang lain memakai hisab (hitungan). Bagaimanakah sebenarnya? Cara manakah yang lebih tepat dan sesuai dengan petunjuk Nabi Muhammad SAW?

Dalam hal menentukan awal dan akhir Ramadhan ada dua cara yang disepakati oleh jumhur (mayoritas) ulama. Yakni dengan melihat bulan atau dengan menyempurnakan bulan Sya’ban. Sebagaimana yang dikatakan oleh DR. Ahmad al-Syarbashi seorang dosen di Universitas al-Azhar Mesir.
مِنَ الْمُتَّفَقِ عَلَيْهِ بَيْنَ جُمْهُوْرِ الْعَلَمَاءِ أَنَّ شَهْرَ رَمَضَانَ يَثْبُتُ بِأَحَدِ أَمْرَيْنِ. الأَوَّلُ رُؤْيَةُ هِلاَلِ شَهْرِ رَمَضَانَ، إِذَا كَانَتْ السَّمَاءُ خَالِيَةً مِمَّا يَمْنَعُ الرُّؤْيَةَ كَالْغَيْمِ وَالسَّحَابِ، أَوِ الدُّخَانِ وَالْغُبَارِ أَوْ نَحْوِ ذَلِكَ. اَلثَّانِى إِكْمَالُ شَهْرِ شَعْبَانَ ثَلاَثِيْنَ يَوْمًا. وَذَلِكَ إِذَا كَانَتْ هُنَاكَ حَائِلٌ يَحُوْلُ دُوْنَ رُؤْيَةِ الْهِلاَلِ فِى لَيْلَةِ الثَّلاَثِيْنَ بِسَبَبِ السَّحَبِ أَوِ الْغُيُوْمِ أَوْنَحْوِهَا.(يسئلونك فى الدين والحياة، ج 4، ص 35)
“Termasuk hal yang disepakati di kalangan jumhur ulama bahwa penetapan awal Ramadhan itu dilakukan dengan salah satu dari dua cara. Pertama, melihat hilal bulan Ramadhan, bila tidak ada yang menghalangi pandaangan, seperti mendung, awan, asap, debu atau yang lainnya. Cara kedua adalah dengan menggenapkan bulan Sya’ban sebanyak tiga puluh hari. Ini dilakukan jika ada hal-hal yang menjadi penghalang untuk melihat hilal pada malam ketiga puluh karena ada mendung, awan atau yang lainnya” (Yas’alunaka fi al-Din wa al-Hayah Juz IV, Hal. 35)

Kesimpulan ini diperoleh dari Hadits Nabi SAW:
صُوْمُوْا لِرُؤْيَتِهِ وَاَفْطِرُوْا لِرُؤْيَتِهِ فَاِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاكْمِلُوْا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلاَثِيْنَ يَوْمًا.(صحيح البخارى، رقم 1776)
“Berpuasalah kalian apabila telah melihat bulan, dan berbukalah (tidak berpuasa) kalian apabila telah melihat bulan. Namun jika pandanganmu terhalang oleh awan, maka sempurnakan bulan Sya’ban itu sampai tiga puluh hari.” (Shahih al-Bukhari,[1776])

Oleh karena itu, seseorang dilarang memuali puasa ataupun mengakhirinya sebelum ada ru’yah. Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ رَمَضَانَ فَقَالَ لاَتَصُوْمُوْا حَتَّى تَرَوْا الْهِلاَلَ وَلاَتُفْطِرُوْا حَتَّى تَرَوْهُ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدِرُوْالَهُ.(صحيح البخارى، رقم 1773)
“ Dari ‘Abdullah bin Umar RA, bahwa suatu ketika Rasulullah SAW bercerita tentang bulan Ramadhan. Rasul bersabda, “Janganlah kalian berpuasa sehingga kamu sekalian melihat bulan, dan janganlah kamu berbuka (tidak berpuasa) sampai kamu melihat bulan. Namun jika pandanganmu tertutup mendung, maka perkirakanlah jumlah harinya.” (Shahih al-Bukhari,[1773])

Bukti-bukti diatas menunjukkan bahwa untuk menentukan awal ataupun akhir puasa, ru’yah al-hilal (melihat bulan) merupakan cara yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Lalu, kaitannya dengan Hadits Nabi Muhammad SAW:


عَنْ اِبْنُ عَمَرْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ إِنَّا أُمَّةٌ أُمَّيَّةٌ لاَنَكْتُبُ وَلاَنَحْسُبُ الشَّهْرُ هَكَذَا وَهَكَذَا يَعْنِى مَرَّةً تِسْعَةً وَعِشْرِيْنَ وَمَرَّةً ثَلاَثِيْنَ .(صحيح البخارى، رقم 178))
“ Dari Ibn ‘Umar RA, dari Nabi SAW, bahwa beliau bersabda, “Kami adalah umat yang tidak dapat menulis dan berhitung. Satu bulan itu seperti ini, seperti ini”. Maksudnya satu saat berjumlah dua puluh sembilan dan pada waktu yang lain mencapai tiga puluh hari.” (Shahih al-Bukhari,[1780])

Hadits ini dijadikan sebagai dasar oleh kelompok yang menggunakan hisab untuk melemahkan pendapat yang memakai ru’yah. Menurut mereka, Hadits ini menjadi bukti bahwa Nabi SAW menggunakan ru’yah dalam keadaan terpaksa, sebab umat beliau tidak mampu menulis, membaca serta melakukan hisab. Melihat kondisi umat yang seperti itu, maka wajar jika Nabi SAW menggunakan ru’yah untuk menentukan awal dan akhir puasa. Ini dilakukan untuk memudahkan kaumnya agar mereka tidak menemui kesulitan ketika akan memulai atau mengakhiri puasanya. Atas dasar ini, menurut mereka, penggunaan ru’yah sudah tidak relevan lagi, karena sekarang sudah banyak ahli hisab. Dan juga fasilitas untuk melakukan hisab sudah tersedia, sehingga tidak sulit lagi untuk melakukannya.
Menjawab keraguan ini, tentu kita harus kembali pada sejarah. Apakah benar semua sahabat Nabi SAW tidak dapat membaca dan menulis. Dan apakah pada masa Nabi SAW tidak ada yang ahli ilmu hisab, sehingga harus menggunakan ru’yah.
Jawabannya tentu tidak. Karena ada beberapa sahabat yang diperintahkan Rasulullah SAW belajar tulis-menulis untuk dijadikan sebagai juru tulis beliau, seperti sahabat ‘Ali bin Abi Thalib, ‘Utsman bin ‘Affan, Ubay bin Ka’ab, Zaid bin Tsabit, Mu’awiyah dan lainnya. Oleh karena itu, yang dimaksud dalam hadits itu adalah mayoritas sahabat, bukan sahabat secara keseluruhan.
Selain itu, di negara Arab, jauh sebelum Rasulullah SAW diutus, telah ada tempat untuk mempelajari ilmu hisab. Lima ratus tahun sebelum Nabi Isa AS lahir, seorang filosof yang bernama Phitagoras yang hidup pada abad ke VI SM telah membangun suatu lembaga pendidikan khusus yang mengajarkan tentang ilmu hisab. Bahkan sebagian pakar mengatakan bahwa ilmu hisab merupakan ilmu tertua di dunia, karena ada sebelum terjadi banjir Nabi Nuh AS. Ini menunjukkan bahwa ilmu hisab telah ada sebelum zaman Rasulullah SAW. Dan di antara sahabat Nabi, sebenarnya telah ada yang mahir dalam ilmu hisab, semisal Ibnu ‘Abbas. (Abd. Karim Kaim: Menentukan Awal dan Akhir Puasa Ramadhan, dengan Ru’yah dan Hisab, 16-20)
Dengan alasan inilah, maka keraguan tersebut dapat terbantahkan. Dari itu, penentuan awal dan akhir Ramadhan adalah dengan ru’yah, bukan dengan hisab.

KH. Muhyiddin Abdusshomad: Fiqh Tradisionalis, Jawaban Pelbagai Persoalan Keagamaan Sehari-hari, Ha. 169-172

Laporan KKL


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Pelaksanaan KKL
Perkembangan dunia pendidikan sangatlah berkembang pesat. Mulai dari lembaga Pendidikan Sekolah Dasar (SD) sampai ke jenjang Perguruan Tinggi (PT) baik swasta maupun negeri. Perkembangan ini meliputi sistem-sitem pendidikan yang diterapkan di seklah, proses belajar mengajar, serta pola pengajaran yang dipakai di masing-masing sekolah. Perkembangan ini dimaksudkan agar para siswa-siswi di Indonesia benar-benar menjadi generasi muda yang berintelektual tinggi, berakhlaq mulia, mampu mengikuti perkembangan zaman, serta mampu menghadapi tantangan dunia global .
Oleh karena itu, untuk menambah pengetahuan dan wawasan mengenai perkembangan lembaga pendidikan ini, maka Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI Ungaran bermaksud mengadakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di SMA Plus Muthahhari di Bandung.
Lembaga pendidikan SMA Plus Muthahhari di Bandung memiliki perbedaan dengan lembaga-lembaga pendidikan lain yang terdapat di Indonesia ini. Perbedaan itu mulai dari sistem pendidikan yang digunakan, proses belajar mengajarnya, serta pola pendidikan yang diberikan. Hal ini tentunya dilakukan dengan maksud untuk meningkatkan potensi para peserta didik untuk menjadi lebih baik lagi.

B.     Rumusan Masalah
Sebagaimana telah di paparkan dalam latar belakang diatas, maka dapat kami rumuskan masalah sebagai berikut :
a)      Apa kelebihan / keunggulan SMA Plus Muthahhari di Bandung ?
b)      Apa kekurangan SMA Plus Muthahhari di Bandung ?

C.    Pelaksanaan KKL
Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dilaksanakan setelah selesai semester III, dan merupakan mata kuliah semester IV yang memiliki bobot nilai 2 SKS. Pada tahun ini, KKL UNDARIS dilaksanakan pada :
Hari                 : Selasa – Kamis
Tanggal           : 19 – 21 Februari 2013
Tujuan             : SMA PLUS MUTHAHHARI di Bandung

D.    Kegiatan KKL
Kegiatan KKL yang dilaksanakan di SMA Plus Muthahhari di Bandung dimulai pada hari Rabu, 20 Februari 2013, pukul 08.00 WIB. Acara yang diikuti oleh + 70 mahasiswa UNDARIS dan 3 dosen pembimbing tersebut dibuka langsung oleh Ir. Dra. Dewi Listia, M.Si, dilanjutkan sambutan dari wakil dosen UNDARIS oleh ibu Widiastuti, S.Ag, M.Ag. Seusai sambutan tersebut dilajutkan penerimaan dan pemaparan seputar SMA Plus Muthahhari oleh Kepala Sekolah SMA Plus Muthahhari Drs. Dede Anwar Suryana.
Tepat pukul 10.00 WIB, setelah acara tanya jawab peserta KKL menlihat – lihat gedung serta sarana dan prasarana yang ada di SMA Plus Muthahhari. Mulai dari laboratorium, perpustakaan, ruang guru dan ruang kelas.

E.     Manfaat Program KKL
Adapun tujuan dan manfaat Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ini dimaksudkan agar Mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat :
1)   Menambah pengetahuan dan wawasan tentang lembaga pendidikan yang terdapat di Indonesia ini.
2)   Mengetahui kenapa SMA Plus Muthahhari di Bandung ini berbeda dengan lembaga-lembaga pendidikan yang lain.
3)   Sebagai bekal para Mahasiswa yang nantinya akan menjadi seorang pendidik.
4)   Untuk mengetahui pola serta konsep seperti apa yang diterapkan tiga lembaga pendidikan ini.
5)   Untuk mengetahui sistem pendidikan seperti apa yang digunakan lembaga pendidikan tersebut.
6)   Untuk mengetahui bagaimana pengelolaan lembaga pendidikan tersebut hingga dapat menjadi seperti sekarang ini.





BAB II
SEJARAH DAN PERKEMBANGAN
SMA PLUS MUTHAHHARI DI BANDUNG

A.     Sejarah dan Perkembangan
SMA Plus Muthahhari merupakan lembaga pendidikan yang dibentuk dari perubahan pesantren mahasiswa. Pesantren tersebut didirikan pada tahun 1991 dan berubah menjadi SMA pada tahun 1992 dengan status terdaftar.
SK/Izin pendirian sekolah dari Kanwil Depdiknas dengan No. 857/I02/Kep/E/1994 tanggal 11 Januari 1994. Tahun 1996 mendapat status disamakan dari Dirjen Dikdasmen Depdikbud dengan nomor SK: 37/C/Kep/MN/1996 tanggal 26 Maret 1996. tahun 1998 diangkat sebagai sekolah model oleh World Bank, Depdiknas dan Depag.
Pada usianya yang masih tergolong muda, Alhamdulillah SMA Plus Muthahhari banyak mendapat penghargaan dan bantuan dari Dinas Pendidikan Nasional. Berbagai macam Block Grant dari Pemerintah sangat membantu dan mendorong terciptanya kualitas pendidikan yang kondusif, kreatif, inovatif dan agamis. Pada tahun 2002 , SMA Plus Muthahhari dijadikan salah satu sekolah uji coba pelaksanaan KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) dari 40 SMA se_Indonesia dan salah satu sekolah uji coba pelaksanaan PBK (Pendidikan Berwawasan Khusus: Kepribadian dan Budi Pekerti) dari delapan sekolah yang ditunjuk Depdiknas Pusat.
Tahun 2005 ditunjuk sebagai Sekolah berbasis TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). SMA Plus Muthahhari memakai istilah plus, karena disamping kurikulum umum (kurikulum Depdiknas), ditambah dengan sejumlah mata pelajaran yang disusun oleh yayasan secara khusus dan beberapa pola pembinaan untuk mengembangkan akhlak.
SMA Plus Muthahhari terletak di Jalan Kampus II nomor 13-17 Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong, Bandung Timur. Kurang lebih 500 meter jarak dari jalan Raya Kiaracondong ke lokasi sekolah. Alamat E-mail: info@smuth.net SMA Plus Muthahhari bisa diakses pada www.smuth.net
Pada tahun pelajaran 2007 - 2008, SMA Plus Muthahhari dijadikan sebagai salah satu sekolah Rintisan Sekolah Standar Nasional/Rintisan Sekolah Kategori Mandiri. Penunjukan ini didasarkan kepada SMA Plus Muthahhari hampir memenuhi delapan Standar Nasional Pendidikan yang tersirat di dalam Undang-undang No. 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Kepercayaan dari Departemen Pendidikan Nasional ini berlangsung 3 tahun sampai tahun pelajarsan 2009 – 2010. Pada tahun 2008 – 2009, SMA Plus Muthahhari mendapat Block Grant Sekolah Pusat Sumber Belajar dan Block Grant untuk pengembangan Multi Media. Mengawali tahun 2010 yaitu pada bulan Februari , SMA Plus Muthahhari mendapat kepercayaan dari Pusat Kurikulum Kementrian Pendidikan Nasional untuk melaksanakan workshop Kurikulum Kewirausahaan . Workshop ini dilaksanakan sebagai persiapan akan diberlakukannya Kurikulum Kewirausahaan , yang pelaksanaannya terintegrasi di dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan . Worksop Kewirausahaan ini berlangsung sampai bulan September 2010.
Pada awal tahun 2010 juga , SMA Plus Muthahhari juga ditunjuk oleh Direktorat PSMAK sebagai Sekolah yang sudah melaksanakan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. SMA Plus Muthahari dinilai sudah berhasil dalam mendidik murid yang mempunyai karakter dan budaya bangsa Indonesia . Pada bulan Mei 2010, SMA Plus Muthahhari kembali mendapat kepercayaan dari Direktorat PSMAK Kementrian Pendidikan Nasional untuk menjadi Sekolah Model SKM-PBKL-PSB. ( SKM /Sekolah Kategori Mandiri, PBKL / Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal, PSB/Pusat Sumber Belajar ) Implikasi dari penunjukkan sebagai sekolah model ini, pada pelajaran 2010 – 2011 SMA Plus Muthahhari dituntut untuk lebih meningkatkan lagi kualitas pembelajaran khususnya untuk menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat.
Perkembangan dan tantangan masa depan seperti : perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, globalisasi yang sangat cepat, era reformasi, berubahnya kesadaran masyarakat dan orang tua terhadap pendidikan, memicu dan memacu sekolah untuk merespon tantangan sekaligus peluang itu.
SMA Plus Muthahhari Bandung memiliki citra moral yang menggambarkan profil sekolah yang diinginkan di masa yang akan datang, yang diwujudkan dalam visi sekolah seperti yang tercantum di bawah ini :
“ Mempersiapkan SDM yang memiliki faidah kompetitif dalam pasar global “
Visi tersebut di atas mencerminkan cita-cita sekolah yang berorientasi ke depan dengan memperhatikan potensi kekinian, sesuai dengan norma dan harapan masyarakat.
Untuk mewujudkan visi tersebut, maka Sekolah menentukan langkah-langkah strategis yang dinyatakan dalam Misi berikut :
“ Meningkatkan inteligensi, mengembangkan kreatifitas dan menyempurnakan akhlak “
SMA plus muthahhari dirintis oleh seorang tokoh yaitu DR. Jalaludin Rahmat, M.Sc. Terdapat sekitar 58 tenaga pengajar mulai dari pengajar mata pelajaran umum dan pengajar X-Day yang ada di SMA pllus muthahhari.

B.     Profil SMA Plus Muthahhari
Bangunan SMA Plus Muthahhari berdiri diatas lahan seluas 3.074 m2. 1.375 m2 digunakan untuk bangunan gedung. 1.411 mdigunakan untuk lapangan olah raga. Dan 288 m2 sebagai halaman sekolah. Bangunan SMA tersebut terdiri dari 10 ruang kelas. Serta beberapa ruangan yang lain seperti 1 ruang kepala sekolah, 1 ruang guru, 1 ruang tata usaha, 1 ruang komputer, 1 ruang BK, 1 ruang perpustakaan, 1 ruang OSIS, 1 ruang keagamaan dan ruang laboratorium.
Tidak semua ruangan menjadi satu dalam sebidang tanah. Namun ada beberapa ruangan yang dengan gedung utama dipisahkan oleh jalan. Ada 4 ruang kelas yang menjadi satu dengan ruang guru dan kepala sekolah di gedung utama, dan 2 ruang kelas yang lain terpisah di gedung yang lainnya. Terbatasnya ruang kelas di SMA Plus Muthahhari mengakibatkan terbatasnya pula jumlah siswa baru disana. Kurang lebih hanya 90 anak yang bisa masuk ke SMA Plus Muthahhari dalam setiap tahunnya.
Walapun penerimaan siswa tidak berdasarkan nilai UN ketika di SMP atau pun hasil tes masuk, namun kurang labih hanya 270 siswa yang belajar di sana. Hal ini karena terbatasnya ruangan. Jumlah siswa yang relatif sedikit dibanding dengan siswa SMA yang lainnya, mengakibatkan biaya administrasi sekolah menjadi terlau mahal dilihat dari standar SMA yang lainnya. Hal ini mengakibatkan lembaga pendidikan Muthahhari hanya mampu terjangkau bagi masyarakat ekonomi menengah ke atas.








BAB III
PROSES BELAJAR MENGAJAR
SMA PLUS MUTHAHHARI DI BANDUNG

SMA Plus Muthahhari di Bandung tidak jauh berbeda dengan SMA yang ada di Indonesia. Hanya saja ada perbedaan yang mendasar yang menjadikan SMA Plus Muthahhari menjadi satu bagian dari sekian banyak SMA di Indonesia sebagai tempat studi banding. Diantara perbedaan yang mendasar tersebut adalah :
A.    Kurikulum di SMA Plus Muthahhari
Jika SMA yang ada di Indonesia lebih terpancang dengan kurikulum yang telah ditetapkan oleh  DIKNAS, SMA Plus Muthohhari tidak hanya menggunakan satu acuan kurikulum dalam proses belajar mengajar. Diantara kurikulum yang di pakai atau di terapkakn di SMA tersebut adalah :
1)      Kurikulum DIKNAS
Seperti halnya SMA yang lain, SMA Plus Muthahhari juga menggunkan kurikulum yang telah di tetapkan oleh DIKNAS. Namun, yang menjadi perbedaan adalah tidak semua pelajaran dilakukan di dalam kelas. SMA Plus Muthahhari membagi kurikulum yang telah ditetapkan DIKNAS menjadi dua kelompok, yaitu pertama; pelajaran reguler. Artinya pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dilakukan tatap muka langsung di dalam kelas sebagaimana sekolah pada umumnya. Adapun mata pelajaran yang tergolong dalam kelompok ini seperti matematika, kimia, fisika dan lain sebagainya. Kedua; Test Out (TO) yaitu pelajaran yang tidak dilakukan dengan tatap muka langsung di dalam kelas. Namun, siswa di perintahkan untuk mencari materi tentang mata pelajaran yang bersangkutan dengan menggunakan fasilitas sekolah yang ada seperti perpustakaan, laboratorium dan lain sebagainya. Mata pelajaran yang menggunakan sistem TO seperti sejarah, geografi dan PKn.
2)      Kurikulum Yayasan
Sebagai sekolah dibawah payung sebuah yayasan, SMA Plus Muthahhari juga menggunakan kurikulum yang telah ditetapkan oleh yayasan Muthahhari itu sendiri yang lebih populer dengan sebutan Kurikulum Khas. Rincian kurikulum yang telah ditetapkan oleh yayasan adalah sebagai berikut :
-         Program Dirasah Islamiyah dan Bahasa Arab diberikan secara paket (ada lima paket) yang diberikan selama seminggu penuh dari pagi sampai sore. Tiap tingkat memperoleh dua paket, kecuali kelas III hanya satu paket. Paket-paket ini terdiri atas dasar-dasar Islam dan ilmu-ilmu Islam, yaitu:
1)      Basic Islam/ dasar-dasar Islam, membahas tentang tata cara ibadah ritual, seperti wudhu, mandi, tayamum, shalat wajib, wirid sesudah shalat wajib, shalat-shalat nawafil, hajji, do’a-do’a dan pengurusan jenazah, termasuk marhaba dan tahlilan.
2)      Ulum al-Qur’an, membahas pengantar Ulum al-Qur’an, wahyu, nuzul al-Qur’an, pengumpulan mushaf Al-Qur’an, rasm Utsmani, surat, ayat, nasikh-mansukh, I’jaz al-Qur’an, tahrif Al-Qur’an, istilah teknis Ulum al-Qur’an, tafsir, mufasir dan karyanya.
3)      Ulum al-Hadits, membahas pengantar Ulum al-Hadits, sejarah perkembangan tadwin Al-Hadits, rawi, ilmu riwayat, ilmu sanad, jenis hadits, ilmu matan, kitab hadits, dan bimbingan penelitian hadits.
4)      Ushul al_fiqh, membahas pengantar Ushul al-Fiqh, sejarah perkembangan ilmu Ushul al_Fiqh, hokum syari’at, hokum wadh’I, hakim, Al-Qur’an, Al-Sunnah, metode istinbath hokum, dilalah, kedudukan lafadz dari segi syumuliyah dan mengenal kaidah ushuliyah.
5)      Fiqih Muqaran, membahas pengantar Fiqih Muqaran, tarikh tasyri’, madzhab lima (Hanafi, Maliki, Syafi’I, Hambali dan Ja’fari), kajian tentang thaharah, wudhu dan tayamum, shalat, zakat, puasa dan hajji menurut madzhab lima.

-         Program Bahasa Inggris Khas. Program ini diberikan untuk lebih meningkatkan kemampuan murid dalam bahasa Inggris, khususnya dalam speaking, writing, listening. Beberapa tahun ke belakang program ini diajarkan langsung oleh Native Speaker (Kanada).
-         Program Komputer. Program ini diberikan secara reguler kepada seluruh murid, dan bagi murid yang telah memiliki kemampuan yang cukup tinggi dalam komputer diberikan program komputer pengembangan. Program ini diberikan dengan


3)      Kurikulum Murid
Kurikulum ini adalah kurikulum yang programnya dirancang oleh murid-murid dalam rangka mengembangkan bakat dan kreativitas mereka. Kurikulum ini dilaksanakan dengan nama X-Day yang dilaksanakan setiap hari Rabu. Kurikulum ini meliputi program pengembangan bahasa, seni, olah raga, dan kegiatan-kegiatan kreativitas lainnya. Pada hari itu murid-murid diperbolehkan memakai pakaian bebas yang sopan dan rapi. Yang lebih unik dari kurikulum ini adalah adanya perlombaan disetiap akhir tahun pelajaran yang sering mereka sebut dengan AKBARI (Ajang Kreasi BAdruk muthahhaRI). Dalam kegiatan ini, semua kegiatan yang dilaksanakan dalam kurikulum X-Day akan ditampilkan. Dan akan mendapat peniliaan dari pihak sekolah.

B.     Metode Pendukung Sistem Pembelajaran di SMA Plus Muthahhari
Dalam rangka mewujujdkan visi misi yang telah di tetapkan oleh SMA Plus Muthahhari, berbagai metode pendukung sistem pembelajaran juga diterapkan di sekolah tersebut. Diantara metode pendukung sistem pembelajaran adalah sebagai berikut :
1)      Accelerated Learning
Yaitu pembelajaran yang di percepat. SMA Plus Muthahhari memberikan peluang kepada para siswa yang memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata untuk lebih awal menyelesaikan pelajarannya. Sehingga waktu yang seharusnya ditempuh dalam 3 tahun bisa di percepat.
2)      Multiple Intelegenses
SMA Plus Muthahhari memandang setiap manusia memiliki kecerdasan. Namun, kecerdasan yang dimiliki oleh masing-masing siswa tidaklah sama. Oleh karenanya, SMA Plus Muthahhari tidak menilai siswa cerdas hanya dari nilai – nilai akademik. Namun, para siswa diberi kesempatan untuk berkreasi sesuai dengan kretifitas dan bakat yang dimilikinya. Nilai bukanlah satu hal yang penting, namun kecerdasan, bakat dan kreatifitas merupakan point utama yang menjadikan modal berkembangnya potensi siswa.
3)      Test Out
Merupakan satu kegiatan ujian yang diberikan sekolah untuk mata pelajaran yang tidak diberikan langsung dalam bentuk tatap muka antara guru dengan siswa.

4)      Smuth Point
Smuth Point adalah kredit poin yang diberikan sekolah kepada siswa-siswinya. Jika melakukan prilaku baik, maka akan mendapatkan kredit poin positif dan begitu sebaliknya. Disetiap akhir tahun pelajaran siswa yang mendapatkan poin tertinggi akan mendapatkan reward dari sekolah. Namun, bagi mereka yang kredit poin telah mencapai minus 50 akan mendapatkan SP (Surat Peringatan) 1, minus 100 mendapatkan SP 2 dan jika telah mencapai minus 150 poin maka siswa tersebut akan dikeluarkan.

C.    Metode Pembinaan
Pembinaan keimanan dan ketaqwaan tidak cukup hanya dengan pemberian bekal materi pengetahuan agama saja. Walaupun struktur ilmu agama perlu dikuasai, tetapi pembersihan jiwa perlu ditanamkan secara berkelanjutan. Untuk itulah di SMA Plus Muthahhari diadakan pembinaan spritual sebagai berikut:
a)    Tadarus Al-Qur’an. Setiap hari pada jam pertama murid-murid dibiasakan membaca Al-Qur’an, paling sedikit tiga ayat. Tadarus ini dimaksudkan selain membiasakan membaca Al-Qur’an, juga untuk membersihkan jiwa dengan bertabarruk (mencari berkah) pada kitab suci, agar cahaya-Nya mudah masuk ke dalam jiwa
b)    Shalat berjama’ah.
c)     Membaca surat Yasin dan do’a pada waktu malam Jum’at. Sekurang-kurangnya satu kali dalam sebulan pada malam Ju’at guru, murid dan karyawan diwajibkan menghadiri pembacaan surat Yasin dan do’a bersama masyarakat.
d)    Pengajian Ahad Pagi. Sekurang-kurangnya satu kali dalam sebulan murid diwajibkan menghadiri pengajian Ahad pagi bersama-sama masyarakat di Masjid Al-Munawwarah.
e)     Peringatan hari-hari besar Islam.
f)     Spiritual Camp atau camping ruhaniah. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah (Tazkiyatu An-Nafs atau membersihkan jiwa) dengan berdzikir dan melakukan ibadah ritual pada malam hari, sedangkan pada siang hari mendekati Allah dengan melakukan bakti sosial kepada masyarakat dengan cara berhidmat dan memberikan bantuan pada masyarakat yang tidak mampu (kaum mustadh ‘afin). Kegiatan ini dilakukan di pegunungan/ pedesaan selama kurang lebih tiga hari tiga malam. Kegiatan ini diwajibkan untuk kelas I.
g)    Spiritual Work Camp.
Kegiatan ini dilakukan untuk melatih kepedulian sosial murid. Selama empat hari murid-murid kelas II ditempatkan di rumah-rumah penduduk pedesaan (semacam Kuliah Kerja Nyata). Satu rumah ditempati dua orang murid. Mereka membantu pekerjaan sehari-hari tuan rumah.
h)    Pesantren Ramadhan.
Kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari, diisi dengan melakukan ibadah-ibadah ritual, kunjungan sosial, sahur on the road, sahur di rumah kaum dhu’afa.
i)      Forum Demokrasi (Fordem). Di SMA Plus Muthahhari ditegakan prinsip “Berani Berbeda” dan “Menilai orang dari amalnya, bukan dari pendapatnya.” Oleh karena itu setiap satu bulan satu kali murid-murid diberi peluang untuk mengadakan forum demokrasi.
Dalam forum tersebut murid-murid bebas mengkritik siapa saja: pimpinan sekolah, guru, yayasan, karyawan, atau sesama murid. Produk yang diharapkan dari kegiatan ini adalah munculnya murid-murid yang kritis, tetapi sekaligus memiliki rasa hormat pada guru dan pimpinan.
j)      Dialog dengan tokoh pemikir. Salah satu metode pendidikan yang baik adalah metode “modeling”, yaitu melihat dan mendengar langsung tokoh-tokoh pemikir yang dapat dijadikan model manusia sukses sebagai salah satu upaya membangkitkan motivasi. SMA Plus Muthahhari sering mengundang dan mendapat kunjungan dari sejumlah tokoh pemikir bertaraf nasional dan internasional.

D.    Waktu Belajar SMA Plus Muthahhari
Seperti halnya SMA di Indonesia, waktu belajar SMA Plus Muthahhari yaitu setiap hari (senin-sabtu) dimulai sejak pukul 07.20 – 14.30. Waktu tersebut sudah termasuk istirahat 3 kali dan sholat berjamaah.







BAB IV
ANALISIS

A.  Kelebihan / keunggulan SMA Plus Muthahhari di Bandung
Sebagai salah satu sekolah unggulan di wilayah Bandung, SMA Plus Muthahhari memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh SMA yang lainnya. Dari sisi kurikulum, Muthahhari memadukan akan ilmu umum dan keagamaan, tak hanya itu seni dan budaya juga menjadi perhatian khusus di SMA Plus Muthahhari yang mereka rangkum dalam kurikulum murid yang disebut dengan X-Day. Dalam rangka mewujudkan cita – cita sekolah, metode yang diguakan juga menjadi pendukung serta satu kelebihan SMA Plus Muthahhari dengan SMA lainnya. Muthahhari memandang setiap orang itu pintar. Artinya, setiap orang memiliki kecerdasan. Namun, kecerdasan yang dimiliki oleh setiap orang berbeda. Sehingga SMA Plus Muthahhari memberikan satu terobosan baru yaitu memperkenalkan kepada setiap siswa untuk mengetahui kecerdasan yang dilikinya. Dengan harapan mereka tahu bakat yang dimiliki sehingga tidak salah dalam menentukan langkah mereka. Dimikian juga dengan metode pembinaan yang diterapkan di SMA Plus Muthahhari. Hal ini tidak di setiap sekolah ada, kegiatan SC (Spiritual Camp) dan SWC (Spiritual Work Camp) merupakan salah satu pengalaman penting yang akan diperoleh siswa Muthahhari. Pasalnya, mereka di tempatkan di desa terpencil dan membantu masyarakat miskin dalam beberapa hari.
Masih banyak lagi kelebihan yang ada di Muthahhari, sehingga sebagai bagian dari lembaga pendidikan yang ada di Indonesia SMA Plus Muthahhari merupakan satu lembaga pendidikan yang maju baik di bidang ilmu umum dan ilmu agama.

B.  Kekurangan SMA Plus Muthahhari di Bandung
Kegiatan belajar membuthkan sarana dan prasarana. Dari sinilah penunjang keberhasilan dalam kegiatan belajar. Sehingga untuk menjadi sekolah unggulan di Bandung, SMA Plus Muthahhari mencoba memberikan fasilitas yang memadai untuk siswanya. Tak lepas dari itu, pengadaan sarana dan prasarana yang menunjang memerlukan dana yang tidak sedikit. Sehingga sangatlah wajar jika biaya pendidikan di SMA Plus Muthahhari terlalu tinggi di banding dengan sekolah SMA yang lain di sekitarnya. Karena biaya yang tidak mampu di jangkau oleh lapisan masyarakat ekonomi menengah terlebih kebawah, maka hanya beberapa siswa yang berasal dari wilayah di sekitarnya. Masyarakat sekitar mengakui bahwa Mutahhari merupakan sekolah unggulan, namun dalam hal pembiayaan sangatlah mahal.
Dilihat dari tata terbib yang ada, Muthahhari menerapkan sikiap disiplin yang tinggi serta mengutamakan perbuatan baik. Hal ini terlihat dari adanya smuth point yang diterapkan di sekolah tersebut. Disisi lain, banyak siswa yang mengaku terkekang dengan aturan tersebut. Sehingga siswa merasa tidak ada kebebasan sedikitpun. Hal ini dipaparkan oleh mantan ketua OSIS yang sekarang duduk di bangku kelas XII.
Sisi kekurangan dari SMA Plus Muthahhari yang lain adalah kurangnya ruang kelas, sehingga hanya mampu menampung kurang lebih 90 siswa dalam tiap tahunnya. Di sisi yang lain, ruang kelas yang tidak menjadi satu yang terpisahkan dengan jalan menjadi kurang efisien dalam pengawasan kegiatan siswa di sekolah.























BAB V
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Banyak lembaga di Indonesia yang berperan dalam dunia pendidikan. Termasuk didalamnya adalah SMA Plus Muthahhari, lembaga ini berbeda dengan lembaga yang lain. Dalam perjalanannya SMA Plus Muthahhari yang semula pesantren mahasiswa mulai merintis menjadi sekolah menengah sejak tahu 1991. Sampai saat ini SMA Plus Muthahhari merupakan salah satu sekolah percontohan yang ada di Bandung.
Beberapa kelebihan dari SMA Plus Muthahhari yang tidak dimiliki oleh SMA yang lain membuat SMA Muthahhari menjadi sekolah unggulan. Namun demikian, walaupun menjadi satu sekolah unggulan, SMA Plus Muthahhari juga memiliki kekurangan. Dalam rangka memenuhi kebutuhan dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang memadahi, SMA Plus Muthahhari tergolong sekolah mahal. Sehingga keinginian anak – anak yang ingin belajar disana hanya tercapai bagi mereka dari golongan ekonomi tingkat menengah ke atas. Hal ini dibuktikan warga sekitar sekolah tersebut justru memilih SMA yang lain dengan alasan ekonomi yang tidak mencukupi.

B.     Kesan – kesan
Sebagai sekolah unggulan di Bandung, SMA Plus Muthahhari memberi kesan yang menirik bagi pengunjungnya. Sistem pembelajaran yang menarik serta metode pendukung yang di terapkan di SMA tersebut mampu membuat siswa merasa menemukan sesuatu yang berbeda yang tidak pernah mereka dapatkan ketika mereka duduk di SD dan SMP.
Kesan yang menarik yang tidak dijumpai di SMA yang lain adalah adanya SC (Spiritual Camp) dan SWC (Spiritual Work Camp) yaitu satu kegiatan pembentukan mental dan sikap. Dimana siswa ditempat kan di pedesaan terpencil dan membantu kegiatan warga yang selama beberapa hari. Kegiatan ini terbukti mampu membentuk sikap siswa sebagaimana yang ditutrurkan oleh beberapa wali murid.
Satu lagi yang berkesan di SMA Plus Muthahhari adalah adanya metode Smuth Point. Yaitu pembeerian poin positif kepada siswa yang melakukan hal-hal baik dan memberikan poin negatif kepada mereka yang melakukan hal-hal tercela. Yang lebih berkesan lagi yaitu SMA Plus Muthahhari memberikan kifarat (hukuman) bagi mereka yang melakukan keburukan dengan mengirim mereka ke pantai asuhan untuk membantu kegiatan disana. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam al-Qur’an yang artinya : “sesungguhnya kebaikan dapat menghapus keburukan”.

C.    Saran – saran
Keunikan dan kemajuan lembaga pendidikan Muthahhari sampai saat ini belum bisa di rasakan oleh lapisan masyarakat dari golongan materi menengah kebawah. Oleh karena itu, Muthahhari hendaknya membuka peluang bagi mereka untuk ikut menikmati kemajuan lembaga tersebut. Misalnya membuka peluang bea siswa bagi siswa yang tidak mampu atau memberikan bea siswa bagi siswa berprestasi dari siswa yang tidak mampu. Sehingga tidak hanya siswa dari kalangan masyarakat ekonomi menengah keatas saja yang menikmati kemajuan lembaga pendidikan Muthahhari.
Selain itu, jika jumlah siswa lebih banyak, beban biaya operasional sekolah yang dilimpahkan kepada siswa akan sedikit. Oleh karenanya jumlah ruangan kelas yang ada harus di tambah sehingga SMA Plus Muthahhari mampu menampung siswa lebih dari 90 anak dalam setiap tahunnya.


untuk mengunduk file klik disini


 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Syaiful Bahri Zen - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger