BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Pelaksanaan KKL
Perkembangan dunia pendidikan sangatlah berkembang pesat. Mulai
dari lembaga Pendidikan Sekolah Dasar (SD) sampai ke jenjang Perguruan Tinggi (PT)
baik swasta maupun negeri. Perkembangan ini meliputi sistem-sitem pendidikan
yang diterapkan di seklah, proses belajar mengajar, serta pola pengajaran yang
dipakai di masing-masing sekolah. Perkembangan ini dimaksudkan agar para
siswa-siswi di Indonesia benar-benar menjadi generasi muda yang berintelektual
tinggi, berakhlaq mulia, mampu mengikuti perkembangan zaman, serta mampu
menghadapi tantangan dunia global .
Oleh karena itu, untuk menambah pengetahuan dan wawasan mengenai
perkembangan lembaga pendidikan ini, maka Universitas Darul Ulum Islamic Centre
Sudirman GUPPI Ungaran bermaksud mengadakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di SMA
Plus Muthahhari di Bandung.
Lembaga pendidikan SMA Plus Muthahhari di Bandung memiliki
perbedaan dengan lembaga-lembaga pendidikan lain yang terdapat di Indonesia
ini. Perbedaan itu mulai dari sistem pendidikan yang digunakan, proses belajar
mengajarnya, serta pola pendidikan yang diberikan. Hal ini tentunya dilakukan
dengan maksud untuk meningkatkan potensi para peserta didik untuk menjadi lebih
baik lagi.
B. Rumusan
Masalah
Sebagaimana telah di paparkan dalam latar belakang diatas, maka
dapat kami rumuskan masalah sebagai berikut :
a) Apa
kelebihan / keunggulan SMA Plus Muthahhari di Bandung ?
b) Apa
kekurangan SMA Plus Muthahhari di Bandung ?
C. Pelaksanaan
KKL
Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dilaksanakan setelah selesai semester
III, dan merupakan mata kuliah semester IV yang memiliki bobot nilai 2 SKS.
Pada tahun ini, KKL UNDARIS dilaksanakan pada :
Hari :
Selasa – Kamis
Tanggal : 19 – 21 Februari 2013
Tujuan : SMA PLUS MUTHAHHARI di Bandung
D. Kegiatan
KKL
Kegiatan KKL yang dilaksanakan di SMA Plus Muthahhari di Bandung
dimulai pada hari Rabu, 20 Februari 2013, pukul 08.00 WIB. Acara yang diikuti
oleh + 70 mahasiswa UNDARIS dan 3 dosen pembimbing tersebut dibuka langsung
oleh Ir. Dra. Dewi Listia, M.Si, dilanjutkan sambutan dari wakil dosen UNDARIS
oleh ibu Widiastuti, S.Ag, M.Ag. Seusai sambutan tersebut dilajutkan penerimaan
dan pemaparan seputar SMA Plus Muthahhari oleh Kepala Sekolah SMA Plus
Muthahhari Drs. Dede Anwar Suryana.
Tepat pukul 10.00 WIB, setelah acara tanya jawab peserta KKL
menlihat – lihat gedung serta sarana dan prasarana yang ada di SMA Plus
Muthahhari. Mulai dari laboratorium, perpustakaan, ruang guru dan ruang kelas.
E. Manfaat
Program KKL
Adapun tujuan dan manfaat Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ini
dimaksudkan agar Mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) Jurusan Pendidikan Agama
Islam (PAI) dapat :
1) Menambah
pengetahuan dan wawasan tentang lembaga pendidikan yang terdapat di Indonesia
ini.
2) Mengetahui
kenapa SMA Plus Muthahhari di Bandung ini berbeda dengan lembaga-lembaga
pendidikan yang lain.
3) Sebagai
bekal para Mahasiswa yang nantinya akan menjadi seorang pendidik.
4) Untuk
mengetahui pola serta konsep seperti apa yang diterapkan tiga lembaga
pendidikan ini.
5) Untuk
mengetahui sistem pendidikan seperti apa yang digunakan lembaga pendidikan
tersebut.
6) Untuk
mengetahui bagaimana pengelolaan lembaga pendidikan tersebut hingga dapat
menjadi seperti sekarang ini.
BAB II
SEJARAH DAN PERKEMBANGAN
SMA PLUS MUTHAHHARI DI BANDUNG
A.
Sejarah dan Perkembangan
SMA Plus Muthahhari merupakan lembaga pendidikan yang dibentuk dari
perubahan pesantren mahasiswa. Pesantren tersebut didirikan pada tahun 1991 dan
berubah menjadi SMA pada tahun 1992 dengan status terdaftar.
SK/Izin pendirian sekolah dari Kanwil Depdiknas dengan No.
857/I02/Kep/E/1994 tanggal 11 Januari 1994. Tahun 1996 mendapat status
disamakan dari Dirjen Dikdasmen Depdikbud dengan nomor SK: 37/C/Kep/MN/1996
tanggal 26 Maret 1996. tahun 1998 diangkat sebagai sekolah model oleh World
Bank, Depdiknas dan Depag.
Pada usianya yang masih tergolong muda, Alhamdulillah SMA Plus
Muthahhari banyak mendapat penghargaan dan bantuan dari Dinas Pendidikan
Nasional. Berbagai macam Block Grant dari Pemerintah sangat membantu dan
mendorong terciptanya kualitas pendidikan yang kondusif, kreatif, inovatif dan
agamis. Pada tahun 2002 , SMA Plus Muthahhari dijadikan salah satu sekolah uji
coba pelaksanaan KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) dari 40 SMA se_Indonesia
dan salah satu sekolah uji coba pelaksanaan PBK (Pendidikan Berwawasan Khusus:
Kepribadian dan Budi Pekerti) dari delapan sekolah yang ditunjuk Depdiknas
Pusat.
Tahun 2005 ditunjuk sebagai Sekolah berbasis TIK (Teknologi
Informasi dan Komunikasi). SMA Plus Muthahhari memakai istilah plus, karena disamping
kurikulum umum (kurikulum Depdiknas), ditambah dengan sejumlah mata pelajaran
yang disusun oleh yayasan secara khusus dan beberapa pola pembinaan untuk
mengembangkan akhlak.
SMA Plus Muthahhari terletak di Jalan Kampus II nomor 13-17
Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong, Bandung Timur. Kurang lebih 500
meter jarak dari jalan Raya Kiaracondong ke lokasi sekolah. Alamat E-mail:
info@smuth.net SMA Plus Muthahhari bisa diakses pada www.smuth.net
Pada tahun pelajaran 2007 - 2008, SMA Plus Muthahhari dijadikan
sebagai salah satu sekolah Rintisan Sekolah Standar Nasional/Rintisan Sekolah
Kategori Mandiri. Penunjukan ini didasarkan kepada SMA Plus Muthahhari hampir
memenuhi delapan Standar Nasional Pendidikan yang tersirat di dalam
Undang-undang No. 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan
Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Kepercayaan dari Departemen Pendidikan Nasional ini berlangsung 3
tahun sampai tahun pelajarsan 2009 – 2010. Pada tahun 2008 – 2009, SMA Plus
Muthahhari mendapat Block Grant Sekolah Pusat Sumber Belajar dan Block Grant
untuk pengembangan Multi Media. Mengawali tahun 2010 yaitu pada bulan Februari
, SMA Plus Muthahhari mendapat kepercayaan dari Pusat Kurikulum Kementrian
Pendidikan Nasional untuk melaksanakan workshop Kurikulum Kewirausahaan .
Workshop ini dilaksanakan sebagai persiapan akan diberlakukannya Kurikulum
Kewirausahaan , yang pelaksanaannya terintegrasi di dalam Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan . Worksop Kewirausahaan ini berlangsung sampai bulan
September 2010.
Pada awal tahun 2010 juga , SMA Plus Muthahhari juga ditunjuk oleh
Direktorat PSMAK sebagai Sekolah yang sudah melaksanakan Pendidikan Budaya dan
Karakter Bangsa. SMA Plus Muthahari dinilai sudah berhasil dalam mendidik murid
yang mempunyai karakter dan budaya bangsa Indonesia . Pada bulan Mei 2010, SMA
Plus Muthahhari kembali mendapat kepercayaan dari Direktorat PSMAK Kementrian
Pendidikan Nasional untuk menjadi Sekolah Model SKM-PBKL-PSB. ( SKM /Sekolah
Kategori Mandiri, PBKL / Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal, PSB/Pusat Sumber
Belajar ) Implikasi dari penunjukkan sebagai sekolah model ini, pada pelajaran
2010 – 2011 SMA Plus Muthahhari dituntut untuk lebih meningkatkan lagi kualitas
pembelajaran khususnya untuk menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang
bermartabat.
Perkembangan dan tantangan masa depan seperti : perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, globalisasi yang sangat cepat, era reformasi,
berubahnya kesadaran masyarakat dan orang tua terhadap pendidikan, memicu dan
memacu sekolah untuk merespon tantangan sekaligus peluang itu.
SMA Plus Muthahhari Bandung memiliki citra moral yang menggambarkan
profil sekolah yang diinginkan di masa yang akan datang, yang diwujudkan dalam
visi sekolah seperti yang tercantum di bawah ini :
“ Mempersiapkan SDM yang memiliki faidah kompetitif dalam pasar
global “
Visi tersebut di atas mencerminkan cita-cita sekolah yang
berorientasi ke depan dengan memperhatikan potensi kekinian, sesuai dengan
norma dan harapan masyarakat.
Untuk mewujudkan visi tersebut, maka Sekolah menentukan langkah-langkah strategis yang dinyatakan dalam Misi berikut :
Untuk mewujudkan visi tersebut, maka Sekolah menentukan langkah-langkah strategis yang dinyatakan dalam Misi berikut :
“ Meningkatkan inteligensi, mengembangkan kreatifitas dan
menyempurnakan akhlak “
SMA
plus muthahhari dirintis oleh seorang tokoh yaitu DR. Jalaludin Rahmat, M.Sc.
Terdapat sekitar 58 tenaga pengajar mulai dari pengajar mata pelajaran umum dan
pengajar X-Day yang ada di SMA pllus muthahhari.
B.
Profil SMA Plus Muthahhari
Bangunan SMA Plus Muthahhari berdiri
diatas lahan seluas 3.074 m2. 1.375 m2 digunakan untuk
bangunan gedung. 1.411 m
digunakan untuk
lapangan olah raga. Dan 288 m2 sebagai halaman sekolah. Bangunan SMA
tersebut terdiri dari 10 ruang kelas. Serta beberapa ruangan yang lain seperti 1
ruang kepala sekolah, 1 ruang guru, 1 ruang tata usaha, 1 ruang komputer, 1
ruang BK, 1 ruang perpustakaan, 1 ruang OSIS, 1 ruang keagamaan dan ruang
laboratorium.
Tidak semua ruangan menjadi satu
dalam sebidang tanah. Namun ada beberapa ruangan yang dengan gedung utama
dipisahkan oleh jalan. Ada 4 ruang kelas yang menjadi satu dengan ruang guru
dan kepala sekolah di gedung utama, dan 2 ruang kelas yang lain terpisah di
gedung yang lainnya. Terbatasnya ruang kelas di SMA Plus Muthahhari
mengakibatkan terbatasnya pula jumlah siswa baru disana. Kurang lebih hanya 90
anak yang bisa masuk ke SMA Plus Muthahhari dalam setiap tahunnya.
Walapun penerimaan siswa tidak berdasarkan
nilai UN ketika di SMP atau pun hasil tes masuk, namun kurang labih hanya 270
siswa yang belajar di sana. Hal ini karena terbatasnya ruangan. Jumlah siswa
yang relatif sedikit dibanding dengan siswa SMA yang lainnya, mengakibatkan
biaya administrasi sekolah menjadi terlau mahal dilihat dari standar SMA yang
lainnya. Hal ini mengakibatkan lembaga pendidikan Muthahhari hanya mampu
terjangkau bagi masyarakat ekonomi menengah ke atas.
BAB III
PROSES BELAJAR MENGAJAR
SMA PLUS MUTHAHHARI DI BANDUNG
SMA
Plus Muthahhari di Bandung tidak jauh berbeda dengan SMA yang ada di Indonesia.
Hanya saja ada perbedaan yang mendasar yang menjadikan SMA Plus Muthahhari
menjadi satu bagian dari sekian banyak SMA di Indonesia sebagai tempat studi
banding. Diantara perbedaan yang mendasar tersebut adalah :
A.
Kurikulum di SMA Plus Muthahhari
Jika SMA yang
ada di Indonesia lebih terpancang dengan kurikulum yang telah ditetapkan
oleh DIKNAS, SMA Plus Muthohhari tidak
hanya menggunakan satu acuan kurikulum dalam proses belajar mengajar. Diantara
kurikulum yang di pakai atau di terapkakn di SMA tersebut adalah :
1)
Kurikulum DIKNAS
Seperti halnya
SMA yang lain, SMA Plus Muthahhari juga menggunkan kurikulum yang telah di
tetapkan oleh DIKNAS. Namun, yang menjadi perbedaan adalah tidak semua
pelajaran dilakukan di dalam kelas. SMA Plus Muthahhari membagi kurikulum yang
telah ditetapkan DIKNAS menjadi dua kelompok, yaitu pertama; pelajaran
reguler. Artinya pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dilakukan tatap muka
langsung di dalam kelas sebagaimana sekolah pada umumnya. Adapun mata pelajaran
yang tergolong dalam kelompok ini seperti matematika, kimia, fisika dan lain
sebagainya. Kedua; Test Out (TO) yaitu pelajaran yang tidak dilakukan
dengan tatap muka langsung di dalam kelas. Namun, siswa di perintahkan untuk
mencari materi tentang mata pelajaran yang bersangkutan dengan menggunakan fasilitas
sekolah yang ada seperti perpustakaan, laboratorium dan lain sebagainya. Mata
pelajaran yang menggunakan sistem TO seperti sejarah, geografi dan PKn.
2)
Kurikulum Yayasan
Sebagai sekolah
dibawah payung sebuah yayasan, SMA Plus Muthahhari juga menggunakan kurikulum
yang telah ditetapkan oleh yayasan Muthahhari itu sendiri yang lebih populer
dengan sebutan Kurikulum Khas. Rincian kurikulum yang telah ditetapkan oleh
yayasan adalah sebagai berikut :
-
Program Dirasah Islamiyah
dan Bahasa Arab diberikan secara paket (ada lima paket) yang diberikan
selama seminggu penuh dari pagi sampai sore. Tiap tingkat memperoleh dua paket,
kecuali kelas III hanya satu paket. Paket-paket ini terdiri atas dasar-dasar
Islam dan ilmu-ilmu Islam, yaitu:
1)
Basic Islam/ dasar-dasar
Islam, membahas tentang tata cara ibadah ritual, seperti
wudhu, mandi, tayamum, shalat wajib, wirid sesudah shalat wajib, shalat-shalat
nawafil, hajji, do’a-do’a dan pengurusan jenazah, termasuk marhaba dan
tahlilan.
2)
Ulum al-Qur’an, membahas pengantar Ulum
al-Qur’an, wahyu, nuzul al-Qur’an, pengumpulan mushaf Al-Qur’an, rasm Utsmani,
surat, ayat, nasikh-mansukh, I’jaz al-Qur’an, tahrif Al-Qur’an, istilah teknis
Ulum al-Qur’an, tafsir, mufasir dan karyanya.
3)
Ulum al-Hadits, membahas pengantar Ulum
al-Hadits, sejarah perkembangan tadwin Al-Hadits, rawi, ilmu riwayat, ilmu
sanad, jenis hadits, ilmu matan, kitab hadits, dan bimbingan penelitian hadits.
4)
Ushul al_fiqh, membahas pengantar Ushul
al-Fiqh, sejarah perkembangan ilmu Ushul al_Fiqh, hokum syari’at, hokum wadh’I,
hakim, Al-Qur’an, Al-Sunnah, metode istinbath hokum, dilalah, kedudukan lafadz
dari segi syumuliyah dan mengenal kaidah ushuliyah.
5)
Fiqih Muqaran, membahas pengantar Fiqih
Muqaran, tarikh tasyri’, madzhab lima (Hanafi, Maliki, Syafi’I, Hambali dan
Ja’fari), kajian tentang thaharah, wudhu dan tayamum, shalat, zakat, puasa dan
hajji menurut madzhab lima.
-
Program Bahasa Inggris
Khas. Program ini diberikan untuk lebih meningkatkan
kemampuan murid dalam bahasa Inggris, khususnya dalam speaking, writing,
listening. Beberapa tahun ke belakang program ini diajarkan langsung oleh
Native Speaker (Kanada).
-
Program Komputer. Program ini diberikan
secara reguler kepada seluruh murid, dan bagi murid yang telah memiliki
kemampuan yang cukup tinggi dalam komputer diberikan program komputer
pengembangan. Program ini diberikan dengan
3)
Kurikulum Murid
Kurikulum ini adalah kurikulum yang programnya dirancang
oleh murid-murid dalam rangka mengembangkan bakat dan kreativitas mereka.
Kurikulum ini dilaksanakan dengan nama X-Day yang dilaksanakan setiap hari
Rabu. Kurikulum ini meliputi program pengembangan bahasa, seni, olah raga, dan
kegiatan-kegiatan kreativitas lainnya. Pada hari itu murid-murid diperbolehkan
memakai pakaian bebas yang sopan dan rapi. Yang lebih unik dari kurikulum ini
adalah adanya perlombaan disetiap akhir tahun pelajaran yang sering mereka
sebut dengan AKBARI (Ajang Kreasi BAdruk muthahhaRI). Dalam kegiatan ini, semua
kegiatan yang dilaksanakan dalam kurikulum X-Day akan ditampilkan. Dan akan mendapat
peniliaan dari pihak sekolah.
B.
Metode Pendukung Sistem Pembelajaran di SMA Plus Muthahhari
Dalam
rangka mewujujdkan visi misi yang telah di tetapkan oleh SMA Plus Muthahhari,
berbagai metode pendukung sistem pembelajaran juga diterapkan di sekolah tersebut.
Diantara metode pendukung sistem pembelajaran adalah sebagai berikut :
1)
Accelerated
Learning
Yaitu
pembelajaran yang di percepat. SMA Plus Muthahhari memberikan peluang kepada
para siswa yang memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata untuk lebih awal
menyelesaikan pelajarannya. Sehingga waktu yang seharusnya ditempuh dalam 3
tahun bisa di percepat.
2)
Multiple
Intelegenses
SMA Plus
Muthahhari memandang setiap manusia memiliki kecerdasan. Namun, kecerdasan yang
dimiliki oleh masing-masing siswa tidaklah sama. Oleh karenanya, SMA Plus
Muthahhari tidak menilai siswa cerdas hanya dari nilai – nilai akademik. Namun,
para siswa diberi kesempatan untuk berkreasi sesuai dengan kretifitas dan bakat
yang dimilikinya. Nilai bukanlah satu hal yang penting, namun kecerdasan, bakat
dan kreatifitas merupakan point utama yang menjadikan modal berkembangnya
potensi siswa.
3)
Test
Out
Merupakan satu
kegiatan ujian yang diberikan sekolah untuk mata pelajaran yang tidak diberikan
langsung dalam bentuk tatap muka antara guru dengan siswa.
4)
Smuth
Point
Smuth Point
adalah kredit poin yang diberikan sekolah kepada siswa-siswinya. Jika melakukan
prilaku baik, maka akan mendapatkan kredit poin positif dan begitu sebaliknya.
Disetiap akhir tahun pelajaran siswa yang mendapatkan poin tertinggi akan
mendapatkan reward dari sekolah. Namun, bagi mereka yang kredit poin telah
mencapai minus 50 akan mendapatkan SP (Surat Peringatan) 1, minus 100
mendapatkan SP 2 dan jika telah mencapai minus 150 poin maka siswa tersebut
akan dikeluarkan.
C.
Metode Pembinaan
Pembinaan
keimanan dan ketaqwaan tidak cukup hanya dengan pemberian bekal materi
pengetahuan agama saja. Walaupun struktur ilmu agama perlu dikuasai, tetapi
pembersihan jiwa perlu ditanamkan secara berkelanjutan. Untuk itulah di SMA
Plus Muthahhari diadakan pembinaan spritual sebagai berikut:
a)
Tadarus Al-Qur’an.
Setiap hari pada jam pertama murid-murid dibiasakan membaca Al-Qur’an, paling
sedikit tiga ayat. Tadarus ini dimaksudkan selain membiasakan membaca
Al-Qur’an, juga untuk membersihkan jiwa dengan bertabarruk (mencari berkah)
pada kitab suci, agar cahaya-Nya mudah masuk ke dalam jiwa
b)
Shalat berjama’ah.
c)
Membaca surat Yasin dan do’a pada waktu malam Jum’at. Sekurang-kurangnya satu kali dalam sebulan pada malam Ju’at guru,
murid dan karyawan diwajibkan menghadiri pembacaan surat Yasin dan do’a bersama
masyarakat.
d)
Pengajian Ahad Pagi.
Sekurang-kurangnya satu kali dalam sebulan murid diwajibkan menghadiri
pengajian Ahad pagi bersama-sama masyarakat di Masjid Al-Munawwarah.
e)
Peringatan hari-hari besar Islam.
f)
Spiritual Camp atau camping ruhaniah. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah
(Tazkiyatu An-Nafs atau membersihkan jiwa) dengan berdzikir dan melakukan
ibadah ritual pada malam hari, sedangkan pada siang hari mendekati Allah dengan
melakukan bakti sosial kepada masyarakat dengan cara berhidmat dan memberikan
bantuan pada masyarakat yang tidak mampu (kaum mustadh ‘afin). Kegiatan ini
dilakukan di pegunungan/ pedesaan selama kurang lebih tiga hari tiga malam. Kegiatan
ini diwajibkan untuk kelas I.
g)
Spiritual Work Camp.
Kegiatan ini dilakukan untuk melatih kepedulian sosial murid.
Selama empat hari murid-murid kelas II ditempatkan di rumah-rumah penduduk
pedesaan (semacam Kuliah Kerja Nyata). Satu rumah ditempati dua orang murid.
Mereka membantu pekerjaan sehari-hari tuan rumah.
h)
Pesantren Ramadhan.
Kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari, diisi dengan melakukan
ibadah-ibadah ritual, kunjungan sosial, sahur on the road, sahur di rumah kaum
dhu’afa.
i)
Forum Demokrasi (Fordem). Di
SMA Plus Muthahhari ditegakan prinsip “Berani Berbeda” dan “Menilai orang dari
amalnya, bukan dari pendapatnya.” Oleh karena itu setiap satu bulan satu kali
murid-murid diberi peluang untuk mengadakan forum demokrasi.
Dalam forum tersebut murid-murid bebas mengkritik siapa saja:
pimpinan sekolah, guru, yayasan, karyawan, atau sesama murid. Produk yang
diharapkan dari kegiatan ini adalah munculnya murid-murid yang kritis, tetapi
sekaligus memiliki rasa hormat pada guru dan pimpinan.
j)
Dialog dengan tokoh pemikir.
Salah satu metode pendidikan yang baik adalah metode “modeling”, yaitu melihat
dan mendengar langsung tokoh-tokoh pemikir yang dapat dijadikan model manusia
sukses sebagai salah satu upaya membangkitkan motivasi. SMA Plus Muthahhari
sering mengundang dan mendapat kunjungan dari sejumlah tokoh pemikir bertaraf
nasional dan internasional.
D.
Waktu Belajar SMA Plus Muthahhari
Seperti halnya SMA di Indonesia, waktu belajar SMA Plus Muthahhari
yaitu setiap hari (senin-sabtu) dimulai sejak pukul 07.20 – 14.30. Waktu
tersebut sudah termasuk istirahat 3 kali dan sholat berjamaah.
BAB
IV
ANALISIS
A.
Kelebihan / keunggulan SMA Plus Muthahhari di Bandung
Sebagai salah satu sekolah unggulan di wilayah Bandung, SMA Plus
Muthahhari memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh SMA yang lainnya. Dari
sisi kurikulum, Muthahhari memadukan akan ilmu umum dan keagamaan, tak hanya
itu seni dan budaya juga menjadi perhatian khusus di SMA Plus Muthahhari yang
mereka rangkum dalam kurikulum murid yang disebut dengan X-Day. Dalam rangka
mewujudkan cita – cita sekolah, metode yang diguakan juga menjadi pendukung
serta satu kelebihan SMA Plus Muthahhari dengan SMA lainnya. Muthahhari
memandang setiap orang itu pintar. Artinya, setiap orang memiliki kecerdasan.
Namun, kecerdasan yang dimiliki oleh setiap orang berbeda. Sehingga SMA Plus
Muthahhari memberikan satu terobosan baru yaitu memperkenalkan kepada setiap
siswa untuk mengetahui kecerdasan yang dilikinya. Dengan harapan mereka tahu
bakat yang dimiliki sehingga tidak salah dalam menentukan langkah mereka. Dimikian
juga dengan metode pembinaan yang diterapkan di SMA Plus Muthahhari. Hal ini
tidak di setiap sekolah ada, kegiatan SC (Spiritual Camp) dan SWC (Spiritual
Work Camp) merupakan salah satu pengalaman penting yang akan diperoleh
siswa Muthahhari. Pasalnya, mereka di tempatkan di desa terpencil dan membantu
masyarakat miskin dalam beberapa hari.
Masih banyak lagi kelebihan yang ada di Muthahhari, sehingga
sebagai bagian dari lembaga pendidikan yang ada di Indonesia SMA Plus
Muthahhari merupakan satu lembaga pendidikan yang maju baik di bidang ilmu umum
dan ilmu agama.
B.
Kekurangan SMA Plus Muthahhari di Bandung
Kegiatan belajar membuthkan sarana dan prasarana. Dari sinilah
penunjang keberhasilan dalam kegiatan belajar. Sehingga untuk menjadi sekolah
unggulan di Bandung, SMA Plus Muthahhari mencoba memberikan fasilitas yang
memadai untuk siswanya. Tak lepas dari itu, pengadaan sarana dan prasarana yang
menunjang memerlukan dana yang tidak sedikit. Sehingga sangatlah wajar jika
biaya pendidikan di SMA Plus Muthahhari terlalu tinggi di banding dengan
sekolah SMA yang lain di sekitarnya. Karena biaya yang tidak mampu di jangkau oleh
lapisan masyarakat ekonomi menengah terlebih kebawah, maka hanya beberapa siswa
yang berasal dari wilayah di sekitarnya. Masyarakat sekitar mengakui bahwa
Mutahhari merupakan sekolah unggulan, namun dalam hal pembiayaan sangatlah
mahal.
Dilihat dari tata terbib yang ada, Muthahhari menerapkan sikiap
disiplin yang tinggi serta mengutamakan perbuatan baik. Hal ini terlihat dari
adanya smuth point yang diterapkan di sekolah tersebut. Disisi lain, banyak
siswa yang mengaku terkekang dengan aturan tersebut. Sehingga siswa merasa
tidak ada kebebasan sedikitpun. Hal ini dipaparkan oleh mantan ketua OSIS yang
sekarang duduk di bangku kelas XII.
Sisi kekurangan dari SMA Plus Muthahhari yang lain adalah kurangnya
ruang kelas, sehingga hanya mampu menampung kurang lebih 90 siswa dalam tiap
tahunnya. Di sisi yang lain, ruang kelas yang tidak menjadi satu yang
terpisahkan dengan jalan menjadi kurang efisien dalam pengawasan kegiatan siswa
di sekolah.
BAB
V
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Banyak
lembaga di Indonesia yang berperan dalam dunia pendidikan. Termasuk didalamnya
adalah SMA Plus Muthahhari, lembaga ini berbeda dengan lembaga yang lain. Dalam
perjalanannya SMA Plus Muthahhari yang semula pesantren mahasiswa mulai
merintis menjadi sekolah menengah sejak tahu 1991. Sampai saat ini SMA Plus
Muthahhari merupakan salah satu sekolah percontohan yang ada di Bandung.
Beberapa
kelebihan dari SMA Plus Muthahhari yang tidak dimiliki oleh SMA yang lain
membuat SMA Muthahhari menjadi sekolah unggulan. Namun demikian, walaupun
menjadi satu sekolah unggulan, SMA Plus Muthahhari juga memiliki kekurangan.
Dalam rangka memenuhi kebutuhan dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar
yang memadahi, SMA Plus Muthahhari tergolong sekolah mahal. Sehingga keinginian
anak – anak yang ingin belajar disana hanya tercapai bagi mereka dari golongan
ekonomi tingkat menengah ke atas. Hal ini dibuktikan warga sekitar sekolah
tersebut justru memilih SMA yang lain dengan alasan ekonomi yang tidak
mencukupi.
B.
Kesan – kesan
Sebagai
sekolah unggulan di Bandung, SMA Plus Muthahhari memberi kesan yang menirik
bagi pengunjungnya. Sistem pembelajaran yang menarik serta metode pendukung
yang di terapkan di SMA tersebut mampu membuat siswa merasa menemukan sesuatu
yang berbeda yang tidak pernah mereka dapatkan ketika mereka duduk di SD dan
SMP.
Kesan
yang menarik yang tidak dijumpai di SMA yang lain adalah adanya SC (Spiritual
Camp) dan SWC (Spiritual Work Camp) yaitu satu kegiatan pembentukan
mental dan sikap. Dimana siswa ditempat kan di pedesaan terpencil dan membantu
kegiatan warga yang selama beberapa hari. Kegiatan ini terbukti mampu membentuk
sikap siswa sebagaimana yang ditutrurkan oleh beberapa wali murid.
Satu
lagi yang berkesan di SMA Plus Muthahhari adalah adanya metode Smuth Point.
Yaitu pembeerian poin positif kepada siswa yang melakukan hal-hal baik dan
memberikan poin negatif kepada mereka yang melakukan hal-hal tercela. Yang
lebih berkesan lagi yaitu SMA Plus Muthahhari memberikan kifarat (hukuman)
bagi mereka yang melakukan keburukan dengan mengirim mereka ke pantai asuhan
untuk membantu kegiatan disana. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam
al-Qur’an yang artinya : “sesungguhnya kebaikan dapat menghapus keburukan”.
C.
Saran – saran
Keunikan
dan kemajuan lembaga pendidikan Muthahhari sampai saat ini belum bisa di
rasakan oleh lapisan masyarakat dari golongan materi menengah kebawah. Oleh
karena itu, Muthahhari hendaknya membuka peluang bagi mereka untuk ikut
menikmati kemajuan lembaga tersebut. Misalnya membuka peluang bea siswa bagi
siswa yang tidak mampu atau memberikan bea siswa bagi siswa berprestasi dari
siswa yang tidak mampu. Sehingga tidak hanya siswa dari kalangan masyarakat
ekonomi menengah keatas saja yang menikmati kemajuan lembaga pendidikan Muthahhari.
Selain
itu, jika jumlah siswa lebih banyak, beban biaya operasional sekolah yang
dilimpahkan kepada siswa akan sedikit. Oleh karenanya jumlah ruangan kelas yang
ada harus di tambah sehingga SMA Plus Muthahhari mampu menampung siswa lebih
dari 90 anak dalam setiap tahunnya.
untuk mengunduk file klik disini
