Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

DAMPAK TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS PENDIDIKAN DI INDONESIA


MAKALAH
DAMPAK TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS PENDIDIKAN DI INDONESIA
Di susun guna memenuhi tugas mata kuliah Sistem Apresiasi Komputer dan Internet
Dosen pengampu : Eka Handriani, M.M

UNDARIS.JPG
Di susun oleh :
Syaiful Bahri Zen
11.61.0019



UNIVERSITAS DARUL ULUM ISLAMIC CENTRE SUDIRMAN GUPPI
UNDARIS
Ungaran, 2012



BAB I
PENDAHULUAN

Sejak tahun 1976, Indonesia telah memasuki era indormasi modern dengan beroperasinya SKSD PALAPA I. Di era informasi ini, TI (Teknologi Informasi) dan TK (Teknologi Komunikasi) memegang peranan sebagai teknologi kunci (enabler technology). Perkembangan TI dan TK dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, termasuk dalam dunia pendidikan. Dengan perkembangan TI dan TK yang sangat pesat ini, mau tidak mau, siap ataupun tidak siap, akan semakin deras mengalirkan informasi dengan segala dampak positif dan negatifnya ke masyarakat Indonesia. Perkembangan TI dan TK memperlihatkan bermunculannya berbagai jenis kegiatan yang berbasis pada teknologi ini, termasuk dalam dunia pendidikan. Seperti penggunaan e-learning, e-library, e-education, e-mail, e-laboratory, dan lainnya. Seperti ramalan dan pandangan para cendikiawan tentang pendidikan di masa depan bahwa dengan masuknya pengaruh globalisasi, pendidikan masa mendatang akan lebih bersifat terbuka dan dua arah, beragam, multidisipliner, serta terkait pada produktivitas kerja “saat itu juga” dan kompetitif. Dalam kehidupan kita dimasa mendatang, sektor teknologi informasi dan telekomunikasi merupakan sektor yang paling dominan. Siapa saja yang menguasai teknologi ini, maka dia akan menjadi pemimpin dalam dunianya.
Hal ini dapat kita amati bersama disekeliling kita. Tentang adanya pengaruh yang kuat akan adanya TI dan TK. Namun demikian, walaupun TI dan TK membawa bermacam manfaat terhadap kehidupan umat manusia terlebih dalam dunia informasi, TI dan TK pun mengakibatkan dampak negatif yang cukup signifikan dengan manfaat darinya. Semacam ini sudah tidak merupakan hal yang asing lagi saat ini. Oleh karenanya dalam makalah ini akan kami bahas tentang dampak teknologi informasi untuk meningkatkan aktivitas pendidikan di Indonesia.







BAB II
PUSTAKA

Ismaniati Ch. (2001). Pengembangan program pembelajaran berbantuan komputer, Yogyakarta. FIP UNY
Marthasari, Astri. Dkk. PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI. Surakarta
Sri Hartati. Makalah Manfaat Komputer dalam Pendidikan. Yogyakarta
























BAB III
PERMASALAHAN YANG DIHADAPI

A.    Manfaat Teknologi Informasi dalam Pendidikan
Seiring berkembang pesatnya Teknologi Informasi di indonesia yang mempunyai dampak positif dan negatif terlebih dalam dunia pendidikan, hal ini bisa menjadi suatu problem dalam dunia pendidikan. Banyak manfaat yang dapat kita ambil dari Teknologi Informasi dalam dunia pendidikan diantaranya :
Ø  Perluasan kesempatan belajar
Dengan adanya teknologi informasi, kesempatan belajar menjadi lebih luas. Karena denan adanya teknologi informasi ilmu pendidikan tak hanya didapat di sekolah saja. Namun diluar sekolah juga banyak menyajikan hal tersebut, terutama dalam teknologi informasi.
Ø  Penyajian program bermutu
Melalui teknologi informasi, pembelajaran dapat disampaikan melalui program-progam yang bermutu sehingga siswa lebih tertarik dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Hal ini akan membantu para siswa untuk lebih menyukai materi pembelajarannya.
Ø  Perluasan cakrawala
Dengan adanya teknologi informasi, pengetahuan cakrawala dunia bahka kabar berita dunia dapat diketahui. Sehingga seolah dunia hanya dalam genggaman tangan belaka.
Ø  Memperpendek jarak dan waktu
Problem jarak jauh dalam pendidikan yang selama ini menjadi kendala, saat ini sudah teratasi dengan adanya teknologi informasi. Teknologi informasi menjadikan jarak yang jauh menjadi lebih dekat. Seperti halnya penilaian terhadaap siswa ataupun mahasiswa sudah tak harus lagi di ambil disekolah ataupun kampus. Namun saat ini penilaian sudah dapat dionline berkat adanya teknologi informasi.
Ø  Merangsang proses berpikir
Teknologi informasi yang selalu berkembang dari waktu kewaktu akan lebih merangsang manusia terus berpikir untuk menemukan inovasi-inovasi yang lain dalam dunia informasi.



Ø  Pendayagunaan aneka sumber
Perkembangan teknologi informasi melibatkan pendayagunaan bermacam sumber daya manusia. Sehingga sumber daya manusia akan terus digali untuk mencapai teknologi informasi yang lebih modern.
Ø  Tumbuhnya profesi baru
Adanya teknologi informasi akan menumbuhkan profesi-prosi baru yang belum pernah ada sebelum teknolokogi informasi. Seperti halnya para teknisi computer dan lain sebagainya.
Tak hanya itu teknologi informasi juga mempengaruhi adanya jurusan-jurusan baru dalam pendidikan.
Berikut tadi sebagian kecil manfaat teknologi informasi dalam pendidikan yang tentunya masih banyak manfaat-manfaat yang lain.
B.     Dampak Teknologi Informasi (seperti komputer) dalam Pendidikan
Namun bersamaan dengan itu, teknologi informasi seperti komputer misalnya, juga menyimpan dampak positif maupun dampak negatif. Di sektor pendidikan dan pembelajaran, dengan hadirnya komputer di meja belajar anak dapat menjadikan minat belajar anak menurun jika anak ini tidak ada kontrol atau dibiarkan saja anak bisa menggunakan program komputer yang justru tidak mendidik, bahkan membuat anak malas dan kecanduan sehingga enggan belajar, sebaliknya komputer dapat juga memberikan rangsangan positif dalam meningkatkan motivasi belajar anak, tentunya ini dituntut peran guru atau orang tua dalam mengontrol anak menggunakan komputer. Tetapi tidak hanya kontrol dari guru atau orang tua saja yang dapat menjadikan anak memiliki motivasi belajar yang tinggi, dibutuhkan pula pengembanagan program-program komputer yang telah didesain khusus untuk dapat digunakan dalam pembelajaran dengan berbantuan komputer.
Penggunaan komputer dalam pendidikan dan pembelajaran sah-sah saja. Komputer dapat dijadikan seperti kertas, pensil, buku, video dan lain sebagainya. Dalam beberapa mata pelajaran tertentu komputer dapat membantu belajar menjadi lebih efektif. Komputer dapat berperan besar dalam pembelajaran jika digunakan secara semestinya. Komputer dapat membantu pendidik dalam memudahkan pembelajaran, bahkan dapat memotivasi dan mengakselerasi belajar siswa. Tapi komputer dapat juga menjadikan pendidik seperti robot dan sangat mekanis, serta menjadikan siswa seperti makhluk asing yang kurang memiliki skill sosial. Ada beberapa faktor yang menjadikan seseorang menjadi manusia mekanis karena teknologi komputer dalam dunia pendidikan dan pembelajaran:
1)      Komputer cenderung mengisolasi
Pembelajaran melalui perantara mesin (komputer, video, TV, disket dan sebagainya) dapat memudahkan pengetahuan kognitifbagi peserta didik.Tetapipembelajaran melalui mesin ternyata telah mengisolasi peserta didik atau pendidik secara sosial, karena seseorang hanya beriteraksi dengan mesin yang jelas-jelas mesin tidak memiliki perasaan. Kebanyakan berinteraksi atau menggunakan peranta mesin menyebabkan menurunnya sosial skill yang dimiliki seseorang.
2)      Komputer cendrung membuat orang fasif  secara fisik
Penyusunan program pembelajaran berdasar teknologi cendrung masih mengangap pembelajaran bersifat verbal, linear, rasionalistis, dan hanya merupakan kerja otak.Dengan tidak mengajak orang terlibat secara fisik pembelajaran berbasis komputer hanya memanfatkan sebagaian dari kecerdasan manusia.
3)      Komputer hanya cocok dengan satu gaya belajar
Pembelajaran dengan berbantuan komputer ini hanya cocok untuk satu gaya belajar saja, karena memang pembelajaran dengan bantuan komputer merupakan pembelajaran yang pembuatannya diprogram.
4)      Komputer cenderung berdasar media dan bukan berdasar pengalaman.
Pembelajaran dengan berbantuan komputerbiasanya diprogram tidak berdasar pada penelitian atau pengalaman lapangan, karena pembelajaran dengan bantuan komputer dirancang untuk kebutuhan media dan market.
Prof. Dr. Andi Hakim Nasution, menyatakan komputer itu ibaratnya pisau, kalau anak tidak dibekali pengetahuan akan fungsi dan pemakaian yang semestinya, dikhawatirkan pisau itu malah akan melukainya. Orangtua pun perlu memahami betul fungsi dan dampaknya agar anak memperoleh manfaat sebesar-besarnya dan kerugian yang sekecil-kecilnya. Masuknya komputer dalam proses belajar, menurut Andi Hakim, melahirkan suasana yang menyenangkan karena peserta didik dapat mengendalikan kecepatan belajar sesuai dengan kemampuannya. Lalu gambar dan suara yang muncul membuat anak tidak cepat bosan, sebaliknya justru merangsang untuk mengetahui lebih jauh lagi. Dengan desain program pembelajaran yang menarik diharapkan siswa menjadi tekun, sehingga diharapkan menjadi lebih unggul di bidangnya, lebih cerdas, lebih kreatif, dan lebih mampu melihat persoalan dari segi lain, kini dan masa datang.
Suasana menyenangkan seperti ini jarang dinikmati anak ketika berhadapan dengan orangtua, maupun guru dalam belajar. Mengapa? Selain bisa jadi karena cara mengajarnya tidak menarik. “Dengan (program) komputer, anak merasa bebas dari amarah dan tekanan.
Kalau anak berbuat salah, bahkan sampai seribu kali pun komputer tidak akan pernah marah dan melotot yang bisa meruntuhkan rasa kepercayaan dan harga diri si anak. Komputer biasanya malah memberi umpan balik sehingga anak tahu kesalahannya, dan bisa belajar dari kesalahan itu. Dengan demikian anak tidak segan mencoba-coba karena tidak takut berbuat salah.
Perangkat komputer sebenarnya netral. Artinya, munculnya pengaruh baik atau buruk akan tergantung pada si pemakai. Misalnya, akan kurang baik jika anak sering berlama-lama di depan komputer. Kalau ini yang terjadi, perkembangan gerak motorik kasar si anak, menjadi terbatas. Sebab, waktu yang seharusnya dipakai untuk melakukan kegiatan fisik lainnya, banyak dihabiskan di depan komputer.
Selain dari itu, kemampuannya bersosialisasi bisa terganggu. Akibatnya, nilai-nilai moral, kecintaan pada sesama makhluk hidup, ataupun kepedulian sosial, tak dapat dipelajari di sana. Untuk hal-hal seperti itu peran orang tua, guru atau teman sebaya sangatlah dibutuhkan agar keseimbangan kecerdasan tetap terjaga. Untuk itu perlu didesain pembelajaran berbantuan komputer yang melibatkan juga interaksi sosial.

C.    Masalah dalam Dunia Pendidikan
Dengan adanya teknologi informasi, memberikan masalah-masalah dalam dunia pendidikan diantaranya:
v  Berkembangnya budaya konsumtif
Teknologi informasi membuat para peserta didik bersifat konsumtif. Mereka hanya mengandalkan teknologi informasi dan tidak mengolah apa yang mereka dapatkan. Mereka hanya terima jadi apa yang ada dalam teknologi informasi seperti internet.
v  Perubahan etika, moral, sikap mental
Pengaruh teknologi informasi nampak terlihat dalam etika, moral, sikap dan mental generasi remaja saat ini. Seperti halnya banyak pelajar yang cenderung berbuat negativ dan ingin meniru apa yang mereka lihat melalui dunia informasi yang ada.
v  Merenggangnya ikatan social dan kekerabatan
Dengan adanya teknologi informasi, menjadikan manusia lebih bersifat individualis. Mereka cenderung memikirkan dirinya sendiri sehingga hubungan sosial dan kekerabatan manjadi lebih renggang.
v  Banjirnya informasi
Teknologi informasi menyajikan berbagai macam informasi dari dalam dan luar negeri. Politik, pendidikan, bisnis dan lebih banyak lagi. Hal ini menjadikan banjirnya informasi kepada masyarakat sehingga dari beberapa informasi yang berbeda karena adanya kontroversi terhadap suatu masalah menambah kebingungan masyarakat. Terlebih bagi para pelajar yang seharusnya tak perlu tahu akan masalah-masalah yang bersifat intern dalam pemerintahan kini mereka dapat mengakses informasi itu melalui teknologi. Sehingga cara pandang dan berfikir para pelajar yang seharusnya terfokus dalam pendidikan menjadi terpengaruh karenanya.
























BAB IV
METODE MENYELESAIKAN MASALAH

Kemajuan teknologi informasi yang membawa dampak positif dan negatif memang harus ditanggapi secara serius. Karena jika dampak negatif yang dibawa oleh teknologi informasi lebih besar daripada dampak positif, maka tidak menutup kemungkinan norma-norma yang ada di Negara Indonesia yang menjadikan Pancasila sebagai dasar Negara sedikit demi sedikit akan bergeser.
Oleh karena itu, berbagai masalah yang muncul akibat adanya kemajuan teknologi informasi harus segera ditangani. Adapun usaha yang ditempuh guna meminimalisasi dampak negatif akibat adnya teknologi informasi seperti :
1.      Controling
Pengunaan teknologi informasi terlebih ditingkat pendidikan perlu adanya kontrol. Kontrol ini bisa dilakukan oleh guru dan orang tua. Sehingga pelajar yang memanfaatkan teknologi informasi tidak salah jalan dalam mengaplikasikan kemajuan teknologi dalam dunia pendidikan.
2.      Desain Informatika
Desain informatika yang mendidik perlu dilakukan oleh pakar-pakar teknologi informasi. Dengan harapan tampilan teknologi informasi tidak mendidik para pelajar untuk berbuat negatif. Seperti halnya pemblokiran situs-situs porno atau yang lainnya.
3.      Kebijakan Pemerintah
Pemerintah sebagai pemegang kekuasaan penuh dalam menentukan kebijakan harus lebih tegas dalam menentukan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan teknologi informasi. Seperti halnya menetapkan undang-undang bagi mereka yang berkecimpung dalam dunia informasi yang dianggap bisa merusak norma bangsa Indonesia. Terlebih meracuni para pelajar yang esensinya mereka sebagai generasi penerus bangsa.
Masih banyak metode-metode yang mampu ditempuh guna meminimalisasi pengaruh negatif sebagai akibat dari teknologi informasi. Sehingga kekhawatiran bangsa akan hilangnya norma-norma pancasila sedikit berkurang karena adanya usaha-usaha tersebut. Hal ini tidak bisa dilakukan perorangan ataupun segolongan saja. Namun, kebersamaan dari berbagai lapisan masyarakat menjadi kunci sukses dari usaha ini.

BAB V
KESIMPULAN

Perkembangan Teknologi Informasi (TI) memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap kehidupan manusia seperti yang terjadi pada bangsa Indonesia. Dampak tersebut dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masayarakat, terlebih dalam dunia pendidikan. Sebagai contoh dampak positif adanya teknologi informasi dalam dunia pendidikan adalah mudahnya para pelajar mengakses berbagai materi pelajaran ataupunyang lainnya melalui teknologi informasi yang ada.
Namun demikian, selain dampak positif yang diberikan oleh teknologi informasi juga ada beberapa dampak negatifnya. Oleh karenanya kewaspadaan bangsa Indonesia terhadap dampak negatif itu haruslah lebih ditingkatkan. Karena yang lebih banyak berkecimpung dengan teknologi informasi adalah para pelajar. Jika para pelajar sudah merasakan dampak negatif tersebut, dikhawatirkan norma-norma bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila akan semakin terkikis bermaan dengan perkembangan teknologi informasi.
Hal ini menjadi tugas kita bersama sebagai bangsa Indonesia untuk memecahkan masalah yang timbul dengan adanya perkembangan teknologi. Karena disatu sisi kita membutuhkan teknologi, namun disisi lain ada dampak negatif yang dibawa bersamaan perkembangan teknologi tersebut. Pemecahan masalah ini harus dilakukan secara serempak oleh seluruh lapisan masyarakat dengan komado dari pemerintah.
Kita berdo’a semoga norma-norma bangsa indonesia yang telah diwariskan oleh Pancasila tidak terkikis bersamaan dengan perkembangan teknologi yang ada saat ini. Amiin..











Jawab dengan essai !!
1.      Apakah benar komputer meningkatkan kemampuan belajar ?
Benar, dengan adanya perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terlebih komputer mampu meningkatkan kemampuan belajar. Hingga saat ini TIK sudah banyak digunakan dalam pendidikan yang saat ini terkenal dengan e-Education. Dengan adanya e-Education tersebut, semua masalah yang ada dalam pembelajaran dapat diatasi. Seperti halnya dapat mengakses materi pembelajaran, mencari pustaka dan lain sebagainya. Dengan adanya perkembangan TIK dalam pendidikan, pola pembelajarannya pun menjadi berubah. Karena pembelajaran dengan komputer lebih menarik bagi para peserta didik. Dengan adanya TIK pula para siswa dituntut untuk dapat mengopersaiokan komputer dalam rangka peningkatan SDM siswa tersebut. Karena dengan adanya siswa mampu mengusai komputer dengan segala program yang disajikan, mereka akan lebih leluasa mengakses informasi yang ada.

2.      Apakah komputer akan mendorong manusia untuk mengembangkan ilmu?
Ya, dengan adanya komputer seseorang akan berusaha untuk terus mengembangkan apa yang diketahuinya. Karena kebutuhan manusia yang semakin bertambah, maka keinginan untuk memenuhinya pun semakin kuat. Oleh karena itu, mereka terus mengembangka teknologi dalam rangka untuk memenuhi kebutuhannya tersebut. Karena banyak orang yang beranggapan perkembangan TIK sudah memberikan kontribusi yang cukup besar dalam kehidupannya. Sebagai satu contoh seorang pengusaha yang menawarkan produksinya lewat internet atau jejaring sosial yang lain. Mereka akan selalu berusaha mencari inovasi-inovasi terbaru guna menarik para konsumen. Hal ini membuktikan bahwa dengan adanya komputer akan mendorong manusia untuk terus mengembangkan ilmu.

Memahami Makna Ayat al-Qur’an


Memahami Makna Ayat al-Qur’an
Oleh Syaiful Bahri Zen

Abstrak
Islam mempunyai dua sumber hukum yang sangat penting, yaitu al-Qur’an dan as-Sunnah. Al-Qur’an sebagai sumber hukum yang pertama sangatlah penting untuk dikaji, dipelajari, dipahami dan direalisasikan dalam kehidupan. Karena al-Qur’an mengatur segala aspek kehidupan mulai dari hablum minallah (hubungan dengan Allah) dan hablum minannas (hubungan dengan manusia). Kandungan al-Qur’an sangatlah lengkap sebagai pegangan dan sumber hukum.
Namun demikian, karena al-Qur’an diwahyukan pada Nabi dengan gaya bahasa yang mengagumkan. Sehingga perlu pemahaman dan peresapan yang mendalam dalam memaknai al-Qur’an. Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan kemajuan umat islam, muncul cendekiawan muslim yang berupaya memaknai maksud kandungan dari setiap ayat dalam al-Qur’an. Sehingga sampai saat ini banyak karya-karya para pemikir islam yang berkaitan dengan penjelasan ayat-ayat al-Qur’an. Adapun karya-karya tersebut digolongkan menjadi tiga hal menurut corak pemahaman dan cara memaknai ayat-ayat al-Qur’an. Tiga hal tersebut adalah, Tafsir, Takwil dan Terjemah. Ketiganya merupakan ilmu yang digunakan untiuk mendalami setiap ayat al-Qur’an.
Sebelum lebih lanjut membahas tentang kandungan ayat-ayat al-Qur’an, seyogyanya kita memahami apa sebenarnya Tafsir, Takwil dan Terjemah itu. Adakah perbedaan dan persamaan diantara ketiganya ? Sehingga kita lebih fokus dalam pembahasan tentang ayat-ayat al-Qur’an. Untuk itu dalam artikel ini akan sedikit mengenai tiga hal tersebut.

Kata Kunci : Tafsir, Takwil, Terjemah

Pembahasan
1.       Pengertian
A.     Tafsir
Secara etimologi kata “tafsir” diambil dari kata “ fassara – yufassiru – tafsira ” yang berarti keterangan atau uraian. Al-Jurjani berpendapat bahwa kata “tafsir” menurut pengertian bahasa adalah “Al-Kasf wa Al-izhhar” yang artinya menyingkap (membuka) dan melahirkan. Pada dasarnya, pengertian tafsir berdasarkan bahasa tidak akan lepas dari kandungan makna Al-idhah (menjelaskan), Al-bayan (menerangkan), Al-kasyf (mengungkapkan), Al-izhar (menampakkan) dan Al-ibanah (menjelaskan). ( DR. Rosihon Anwar, M.Ag, Ulum Al-Qur’an. CV. Pustaka Setia, Bandung. Hal. 209)
Sedangkan menurut istilah “tafsir” adalah suatu hasil usaha tanggapan, penalaran, dan ijtihad untuk menyingkap nilai-nilai samawi yang terdapat di dalam Al-Qur’an (Ibid. Hal. 211). Sedangkan menurut Ibnu Hayan, tafsir adalah ilmu yang membahas tentang cara-cara mengucapkan kata dengan lafadz-lafadz Al-Qur’an, yang ditunjuknya dan hukum-hukumnya, baik secara satu-satu maupun berbentuk susunan. Oleh karena itu, arti-arti yang dikemukakan harus tersusun dan lengkap. (Halimudin, S.H, Pembahasan Ilmu Al-Qur’an. PT Rineka Cipta, Jakarta. Hal. 164)
B.      Takwil
Secara bahasa adalah menerangkan, menjelaskan. Diambil dari kata “awwala-yu’awwilu-takwilan”. Al Qaththan dan Al Jurjani berpendapat bahwa secara bahasa takwil adalah “Al-ruju’ ila Al-ashl” (berarti kembali pada pokoknya). (DR. Rosihon Anwar, M.Ag, Ulum Al-Qur’an. CV. Pustaka Setia, Bandung. Hal. 211)
Adapun pengertian takwil secara istilah adalah suatu usaha untuk memahami lafadz-lafadz (ayat-ayat) Al Qur’an melalui pendekatan memahami arti atau maksud sebagai kandungan dari lafadz itu. (Ibid. Hal. 212)

C.      Terjemah
Arti terjemah menurut bahasa adalah “ salinan dari suatu bahasa ke bahasa lain ”. Atau berarti mengganti, menyalin memindahkan kalimat dari suatu bahasa ke bahasa lain. (Ibid)
Sedangkan pengertian tarjamah menurut etimologis menurut Muhammad Abh Al-‘Azhim Zarqoni adalah mengungkapkan makna kalam (pembicaraan) yang terkandung dalam suatu bahasa dengan kalam yang lain dan dengan menggunakan bahasa yang lain (bukan bahasa pertama), lengkap dengan semua makna-maknanya dan maksud-maksudnya.

2.       Persamaan dan Perbedaan Tafsir, Takwil dan Terjemah
A.      Persamaan Tafsir, Takwil dan Terjemah
Tafsir, Takwil dan Terjemah mempunyai persamaan yang mendasar yaitu :
Ø  Ketiganya menerangkan makna ayat-ayat al-Qur’an
Ø  Ketiganya sebagai sarana untuk memahami al-Qur’an
B.      Perbedaan Tafsir, Takwil dan Terjemah
Perbedaan Tafsir, Takwil dan Terjemah adalah sebagi berikut :
1)   Apabila kita berpendapat, ta’wil adalah menafsirkan perkataan dan menjelaskan maknanya, maka ta’wil dan tafsir adalah dua kata yang berdekatan atau sama maknanya. Termasuk pengertian ini adalah do’a rasulullah untuk Ibnu Abbas, “Ya Allah, berikanlah kepadanya kemampuan untuk memahami agama dan ajarkanlah kepadanya ta’wil.
2)      Apabila kita berpendapat, ta’wil adalah esensi yang dimaksud dari suatu perkataan, maka ta’wil dari thalab (tuntutan) adalah esensi perbuatan yang dituntut itu sendiri, da ta’wil dari khabar esensi sesuatu yang diberitakan. Atas dasar ini maka perbedaan antara tafsir dengan ta’wil cukup besar; sebab tafsir merupakan syarah dan penjelasan bagi suatu perkataan dan penjelasan ini berada dalam pikiran dengan cara memahaminya dan dalam lisan dengan ungkapan yang menunjukkannya.sedang ta’wil ialah esensi sesuatu yang berada dalam realita (bukan dalam pikiran). Sebagai contoh, jika dikatakan, “matahari telah terbit”, maka ta’wil ucapan ini adalah terbitnya matahari itu sendiri. Inilah pengertian ta’wil yang lazim dalam bahasa Al-Qur’an sebagaimana telah dikemukakan. Allah berfirman :
“Atau (patutkah) mereka mengatakan : Muhammad membuat-buatnya. “katanlah : (Kalau benar yang kamu katakana itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. Tetapi sebenarnya mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna padahal belum datang kepada mereka ta’wil-nya.”(yunus:38-39). Yang dimaksud dengan ta’wil disini adalah terjadinya sesuatu yang diberitakan.
3)      Dikatakan, tafsir adalah apa yang telah jelas didalam kitabullah atau tertentu (pasti) dalam sunnah yang shahih karena maknanya telah jelas da gambling. Sedang ta’wil adalah apa yang disimpulkan para ulama. Karena itu sebagian ulama mengatakan, “tafsir adalah apa yang berhubungan dengan riwayat sedang ta’wil adalah apa yang berhhubungan dengan dirayah”
4)      Dikatakan pula, tafsir lebih banyak dipergunakan dalam menerangkan lafazh da mufradat (kosa kata), sedang ta’wil lebih banyak dipakai dalam (menjelaskan) makna dan susunan kalimat. Dan masih banyak lagi pendapat-pendapat lain.

3.       Klasifikasi Tafsir
Dalam perkembangannya, tfasir dikelompokkan menjadi dua macam (dilihat dari bentuk tafsir) yaitu :
1)      Tafsir bi Al-ma’tsur
Yaitu menafsirkan Al-Qur’an dengan al-Qur’an, al-Qur’an dengan sunnah, al-Qur’an dengan pendapat sahabat Nabi SAW, dan al-Qur’an dengan perkataan Tabi’in. Namun, sebagaimana dijelaskan Al-Farmawy, tafsir bi al-ma’tsur (disebut pula bi-ar-riwayah dan An-naql) adalah penafsiran al-Qur’an yang mendasarkan pada penjelasan al-Qur’an sendiri, penjelasan Rasul, penjelasan para sahabat melalui ijtihadnya, dan aqwal tabi’in.
Ada empat otoritas yang menjadi sumber penafsiran bi al-Ma’tsur :
a)      Al-Qur’an yang dipandang sebagai penafsir terbaik terhadap al-Qur’an sendiri.
b)      Otoritas hadits Nabi yang memang berfungsi sebagai penjelas (mubayyin) al-Qur’an.
c)      Otoritas penjelasan sahabat yang dipandang sebagai orang yang banyak mengetahui al-Qur’an.
d)      Otoritas penjelasan tabi’in yang dianggap orang yang bertemu langsung dengan sahabat.
2)      Tafsir bi Ar-ra’yi
Yaitu penafsiran Al-Qur’an dengan ijtihad, terutama setelah seorang mufasir itu betul-betul mengetahui perihal bahasa Arab, asbab an-nuzul, nasikh dan mansukh, dan hal-hal lain yang lazim diperlakukan oleh seorang mufasir.
Berdasarkan pengertia etimologi, ra’yi berarti keyakinan (I’tiqad), analogi, (qiyas), dan ijtihad. Dan ra’yi dalam terminologi tafsir adalah ijtihad. Dengan demikian, tafsir bi Ar-ra’yi (disebut juga tafsir bi Al-dirayah) –sebagaimana didefinisikan Husen Adz-Dzahabi---adalah tafsir yang penjelasannya diambil berdasarkan ijtihad dan pemikiran mufassir setelah terlebih dahulu  mengetahui bahasa Arab serta methodenya, dalil hukum yang ditunjukkan, serta problema penafsiran seperti asbab An-nuzul, nasikh mansukh, dan sebagainya. Adapun Al-farmawi mendefinisikannya sebagai berikut : menafsirkan Al-qur’an dengan ijtihad terlebih dahulu si mufassir pun dibantu oleh Syi’ir jahiliyah, asbab An-nuzul, nasikh mansukh dan lainnya yang dibutuhkan oleh seorang mufassir sebagaimana diutarakan pada penjelasa tentang syarat-syarat menjadi mufassir.

Kesimpulan
Dalam memahami makna ayat al-Qur’an yang telah diturunkan Allah SWT dengan gaya bahasa yang mengagumkan perlu ilmu khusus. Sehingga pemahaman makna ayat-ayat al-Qur’an tidak keluar jauh dari maksud sebenarnya yang diharapkan Allah SWT. Adapun ilmu-ilmu yang membahas tentang pemahaman makna ayat-ayat al-Qur’an diantara adalah Tafsir, Takwil dan Terjemah. Ketiga ilmu ini membantu manusia untuk lebih mudah memahami maksud dari setiap ayat yang ada dalam al-Qur’an.
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Syaiful Bahri Zen - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger