DAMPAK
TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS PENDIDIKAN DI INDONESIA
Di susun guna
memenuhi tugas mata kuliah Sistem Apresiasi Komputer dan Internet
Dosen pengampu
: Eka Handriani, M.M

Di susun oleh :
Syaiful Bahri Zen
11.61.0019
UNIVERSITAS
DARUL ULUM ISLAMIC CENTRE SUDIRMAN GUPPI
UNDARIS
Ungaran,
2012
BAB
I
PENDAHULUAN
Sejak
tahun 1976, Indonesia telah memasuki era indormasi modern dengan beroperasinya
SKSD PALAPA I. Di era informasi ini, TI (Teknologi Informasi) dan TK (Teknologi
Komunikasi) memegang peranan sebagai teknologi kunci (enabler technology).
Perkembangan TI dan TK dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai
kegiatan dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, termasuk dalam
dunia pendidikan. Dengan perkembangan TI dan TK yang sangat pesat ini, mau
tidak mau, siap ataupun tidak siap, akan semakin deras mengalirkan informasi
dengan segala dampak positif dan negatifnya ke masyarakat Indonesia.
Perkembangan TI dan TK memperlihatkan bermunculannya berbagai jenis kegiatan
yang berbasis pada teknologi ini, termasuk dalam dunia pendidikan. Seperti
penggunaan e-learning, e-library, e-education, e-mail, e-laboratory, dan
lainnya. Seperti ramalan dan pandangan para cendikiawan tentang pendidikan di
masa depan bahwa dengan masuknya pengaruh globalisasi, pendidikan masa
mendatang akan lebih bersifat terbuka dan dua arah, beragam, multidisipliner,
serta terkait pada produktivitas kerja “saat itu juga” dan kompetitif. Dalam
kehidupan kita dimasa mendatang, sektor teknologi informasi dan telekomunikasi
merupakan sektor yang paling dominan. Siapa saja yang menguasai teknologi ini,
maka dia akan menjadi pemimpin dalam dunianya.
Hal
ini dapat kita amati bersama disekeliling kita. Tentang adanya pengaruh yang
kuat akan adanya TI dan TK. Namun demikian, walaupun TI dan TK membawa bermacam
manfaat terhadap kehidupan umat manusia terlebih dalam dunia informasi, TI dan
TK pun mengakibatkan dampak negatif yang cukup signifikan dengan manfaat
darinya. Semacam ini sudah tidak merupakan hal yang asing lagi saat ini. Oleh
karenanya dalam makalah ini akan kami bahas tentang dampak teknologi informasi
untuk meningkatkan aktivitas pendidikan di Indonesia.
BAB
II
PUSTAKA
Ismaniati Ch. (2001). Pengembangan
program pembelajaran berbantuan komputer, Yogyakarta. FIP UNY
Marthasari,
Astri. Dkk. PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI. Surakarta
Sri Hartati.
Makalah Manfaat Komputer dalam Pendidikan. Yogyakarta
BAB
III
PERMASALAHAN
YANG DIHADAPI
A.
Manfaat Teknologi Informasi dalam Pendidikan
Seiring
berkembang pesatnya Teknologi Informasi di indonesia yang mempunyai dampak
positif dan negatif terlebih dalam dunia pendidikan, hal ini bisa menjadi suatu
problem dalam dunia pendidikan. Banyak manfaat yang dapat kita ambil dari
Teknologi Informasi dalam dunia pendidikan diantaranya :
Ø Perluasan kesempatan belajar
Dengan adanya
teknologi informasi, kesempatan belajar menjadi lebih luas. Karena denan adanya
teknologi informasi ilmu pendidikan tak hanya didapat di sekolah saja. Namun
diluar sekolah juga banyak menyajikan hal tersebut, terutama dalam teknologi
informasi.
Ø Penyajian program bermutu
Melalui
teknologi informasi, pembelajaran dapat disampaikan melalui program-progam yang
bermutu sehingga siswa lebih tertarik dalam mengikuti kegiatan belajar
mengajar. Hal ini akan membantu para siswa untuk lebih menyukai materi
pembelajarannya.
Ø Perluasan cakrawala
Dengan adanya
teknologi informasi, pengetahuan cakrawala dunia bahka kabar berita dunia dapat
diketahui. Sehingga seolah dunia hanya dalam genggaman tangan belaka.
Ø Memperpendek jarak dan waktu
Problem jarak
jauh dalam pendidikan yang selama ini menjadi kendala, saat ini sudah teratasi
dengan adanya teknologi informasi. Teknologi informasi menjadikan jarak yang
jauh menjadi lebih dekat. Seperti halnya penilaian terhadaap siswa ataupun
mahasiswa sudah tak harus lagi di ambil disekolah ataupun kampus. Namun saat
ini penilaian sudah dapat dionline berkat adanya teknologi informasi.
Ø Merangsang proses berpikir
Teknologi
informasi yang selalu berkembang dari waktu kewaktu akan lebih merangsang
manusia terus berpikir untuk menemukan inovasi-inovasi yang lain dalam dunia
informasi.
Ø Pendayagunaan aneka sumber
Perkembangan teknologi informasi melibatkan
pendayagunaan bermacam sumber daya manusia. Sehingga sumber daya manusia akan
terus digali untuk mencapai teknologi informasi yang lebih modern.
Ø Tumbuhnya profesi baru
Adanya teknologi informasi akan menumbuhkan
profesi-prosi baru yang belum pernah ada sebelum teknolokogi informasi. Seperti
halnya para teknisi computer dan lain sebagainya.
Tak hanya itu teknologi informasi juga mempengaruhi
adanya jurusan-jurusan baru dalam pendidikan.
Berikut tadi sebagian kecil manfaat teknologi informasi dalam pendidikan
yang tentunya masih banyak manfaat-manfaat yang lain.
B.
Dampak Teknologi Informasi (seperti komputer) dalam Pendidikan
Namun bersamaan dengan itu, teknologi informasi seperti komputer
misalnya, juga menyimpan dampak positif maupun dampak negatif. Di sektor
pendidikan dan pembelajaran, dengan hadirnya komputer di meja belajar anak
dapat menjadikan minat belajar anak menurun jika anak ini tidak ada kontrol
atau dibiarkan saja anak bisa menggunakan program komputer yang justru tidak
mendidik, bahkan membuat anak malas dan kecanduan sehingga enggan belajar,
sebaliknya komputer dapat juga memberikan rangsangan positif dalam meningkatkan
motivasi belajar anak, tentunya ini dituntut peran guru atau orang tua dalam
mengontrol anak menggunakan komputer. Tetapi tidak hanya kontrol dari guru atau
orang tua saja yang dapat menjadikan anak memiliki motivasi belajar yang
tinggi, dibutuhkan pula pengembanagan program-program komputer yang telah
didesain khusus untuk dapat digunakan dalam pembelajaran dengan berbantuan
komputer.
Penggunaan komputer dalam pendidikan dan pembelajaran sah-sah saja.
Komputer dapat dijadikan seperti kertas, pensil, buku, video dan lain
sebagainya. Dalam beberapa mata pelajaran tertentu komputer dapat membantu
belajar menjadi lebih efektif. Komputer dapat berperan besar dalam pembelajaran
jika digunakan secara semestinya. Komputer dapat membantu pendidik dalam
memudahkan pembelajaran, bahkan dapat memotivasi dan mengakselerasi belajar
siswa. Tapi komputer dapat juga menjadikan pendidik seperti robot dan sangat
mekanis, serta menjadikan siswa seperti makhluk asing yang kurang memiliki
skill sosial. Ada beberapa faktor yang menjadikan seseorang menjadi manusia
mekanis karena teknologi komputer dalam dunia pendidikan dan pembelajaran:
1) Komputer cenderung mengisolasi
Pembelajaran melalui perantara mesin (komputer, video, TV, disket
dan sebagainya) dapat memudahkan pengetahuan kognitifbagi peserta
didik.Tetapipembelajaran melalui mesin ternyata telah mengisolasi peserta didik
atau pendidik secara sosial, karena seseorang hanya
beriteraksi dengan mesin yang jelas-jelas mesin tidak memiliki perasaan.
Kebanyakan berinteraksi atau menggunakan peranta mesin menyebabkan menurunnya sosial
skill yang dimiliki seseorang.
2) Komputer cendrung membuat orang fasif secara fisik
Penyusunan program pembelajaran berdasar teknologi cendrung masih mengangap
pembelajaran bersifat verbal, linear, rasionalistis, dan hanya merupakan kerja
otak.Dengan tidak mengajak orang terlibat secara fisik pembelajaran berbasis
komputer hanya memanfatkan sebagaian dari kecerdasan manusia.
3) Komputer hanya cocok dengan satu gaya belajar
Pembelajaran dengan berbantuan komputer ini hanya cocok untuk satu gaya
belajar saja, karena memang pembelajaran dengan bantuan komputer merupakan
pembelajaran yang pembuatannya diprogram.
4) Komputer cenderung berdasar media dan bukan berdasar pengalaman.
Pembelajaran dengan berbantuan komputerbiasanya diprogram tidak berdasar
pada penelitian atau pengalaman lapangan, karena pembelajaran dengan bantuan
komputer dirancang untuk kebutuhan media dan market.
Prof. Dr. Andi Hakim Nasution, menyatakan komputer itu
ibaratnya pisau, kalau anak tidak dibekali pengetahuan akan fungsi dan
pemakaian yang semestinya, dikhawatirkan pisau itu malah akan melukainya.
Orangtua pun perlu memahami betul fungsi dan dampaknya agar anak memperoleh
manfaat sebesar-besarnya dan kerugian yang sekecil-kecilnya. Masuknya komputer
dalam proses belajar, menurut Andi Hakim, melahirkan suasana yang menyenangkan
karena peserta didik dapat mengendalikan kecepatan belajar sesuai dengan
kemampuannya. Lalu gambar dan suara yang muncul membuat anak tidak cepat bosan,
sebaliknya justru merangsang untuk mengetahui lebih jauh lagi. Dengan desain
program pembelajaran yang menarik diharapkan siswa menjadi tekun, sehingga
diharapkan menjadi lebih unggul di bidangnya, lebih cerdas, lebih kreatif, dan
lebih mampu melihat persoalan dari segi lain, kini dan masa datang.
Suasana menyenangkan seperti ini jarang dinikmati anak
ketika berhadapan dengan orangtua, maupun guru dalam belajar. Mengapa? Selain
bisa jadi karena cara mengajarnya tidak menarik. “Dengan (program) komputer,
anak merasa bebas dari amarah dan tekanan.
Kalau anak berbuat salah, bahkan sampai seribu kali
pun komputer tidak akan pernah marah dan melotot yang bisa meruntuhkan rasa
kepercayaan dan harga diri si anak. Komputer biasanya malah memberi umpan balik
sehingga anak tahu kesalahannya, dan bisa belajar dari kesalahan itu. Dengan
demikian anak tidak segan mencoba-coba karena tidak takut berbuat salah.
Perangkat komputer sebenarnya netral. Artinya,
munculnya pengaruh baik atau buruk akan tergantung pada si pemakai. Misalnya,
akan kurang baik jika anak sering berlama-lama di depan komputer. Kalau ini yang
terjadi, perkembangan gerak motorik kasar si anak, menjadi terbatas. Sebab,
waktu yang seharusnya dipakai untuk melakukan kegiatan fisik lainnya, banyak
dihabiskan di depan komputer.
Selain dari itu, kemampuannya bersosialisasi bisa
terganggu. Akibatnya, nilai-nilai moral, kecintaan pada sesama makhluk hidup,
ataupun kepedulian sosial, tak dapat dipelajari di sana. Untuk hal-hal seperti
itu peran orang tua, guru atau teman sebaya sangatlah dibutuhkan agar
keseimbangan kecerdasan tetap terjaga. Untuk itu perlu didesain pembelajaran
berbantuan komputer yang melibatkan juga interaksi sosial.
C.
Masalah dalam Dunia Pendidikan
Dengan adanya teknologi informasi, memberikan
masalah-masalah dalam dunia pendidikan diantaranya:
v Berkembangnya budaya konsumtif
Teknologi informasi membuat para peserta didik
bersifat konsumtif. Mereka hanya mengandalkan teknologi informasi dan tidak
mengolah apa yang mereka dapatkan. Mereka hanya terima jadi apa yang ada dalam
teknologi informasi seperti internet.
v Perubahan etika, moral, sikap mental
Pengaruh teknologi informasi nampak terlihat dalam etika, moral, sikap dan
mental generasi remaja saat ini. Seperti halnya banyak pelajar yang cenderung
berbuat negativ dan ingin meniru apa yang mereka lihat melalui dunia informasi yang
ada.
v Merenggangnya ikatan social dan kekerabatan
Dengan adanya teknologi informasi, menjadikan
manusia lebih bersifat individualis. Mereka cenderung memikirkan dirinya
sendiri sehingga hubungan sosial dan kekerabatan manjadi lebih renggang.
v Banjirnya
informasi
Teknologi informasi menyajikan berbagai macam
informasi dari dalam dan luar negeri. Politik, pendidikan, bisnis dan lebih
banyak lagi. Hal ini menjadikan banjirnya informasi kepada masyarakat sehingga
dari beberapa informasi yang berbeda karena adanya kontroversi terhadap suatu
masalah menambah kebingungan masyarakat. Terlebih bagi para pelajar yang
seharusnya tak perlu tahu akan masalah-masalah yang bersifat intern dalam
pemerintahan kini mereka dapat mengakses informasi itu melalui teknologi. Sehingga
cara pandang dan berfikir para pelajar yang seharusnya terfokus dalam
pendidikan menjadi terpengaruh karenanya.
BAB IV
METODE MENYELESAIKAN MASALAH
Kemajuan teknologi informasi yang membawa
dampak positif dan negatif memang harus ditanggapi secara serius. Karena jika
dampak negatif yang dibawa oleh teknologi informasi lebih besar daripada dampak
positif, maka tidak menutup kemungkinan norma-norma yang ada di Negara
Indonesia yang menjadikan Pancasila sebagai dasar Negara sedikit demi sedikit
akan bergeser.
Oleh karena itu, berbagai masalah yang muncul
akibat adanya kemajuan teknologi informasi harus segera ditangani. Adapun usaha
yang ditempuh guna meminimalisasi dampak negatif akibat adnya teknologi
informasi seperti :
1. Controling
Pengunaan
teknologi informasi terlebih ditingkat pendidikan perlu adanya kontrol. Kontrol ini bisa dilakukan
oleh guru dan orang tua. Sehingga pelajar yang memanfaatkan teknologi informasi
tidak salah jalan dalam mengaplikasikan kemajuan teknologi dalam dunia
pendidikan.
2. Desain Informatika
Desain informatika yang mendidik perlu dilakukan oleh
pakar-pakar teknologi informasi. Dengan harapan tampilan teknologi informasi
tidak mendidik para pelajar untuk berbuat negatif. Seperti halnya pemblokiran situs-situs
porno atau yang lainnya.
3. Kebijakan
Pemerintah
Pemerintah sebagai pemegang kekuasaan penuh dalam
menentukan kebijakan harus lebih tegas dalam menentukan kebijakan-kebijakan
yang berkaitan dengan teknologi informasi. Seperti halnya menetapkan undang-undang
bagi mereka yang berkecimpung dalam dunia informasi yang dianggap bisa merusak
norma bangsa Indonesia. Terlebih meracuni para pelajar yang esensinya mereka
sebagai generasi penerus bangsa.
Masih banyak metode-metode
yang mampu ditempuh guna meminimalisasi pengaruh negatif sebagai akibat dari
teknologi informasi. Sehingga kekhawatiran bangsa akan hilangnya norma-norma
pancasila sedikit berkurang karena adanya usaha-usaha tersebut. Hal ini tidak
bisa dilakukan perorangan ataupun segolongan saja. Namun, kebersamaan dari
berbagai lapisan masyarakat menjadi kunci sukses dari usaha ini.
BAB V
KESIMPULAN
Perkembangan Teknologi
Informasi (TI) memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap kehidupan
manusia seperti yang terjadi pada bangsa Indonesia. Dampak tersebut dapat
dirasakan oleh seluruh lapisan masayarakat, terlebih dalam dunia pendidikan.
Sebagai contoh dampak positif adanya teknologi informasi dalam dunia pendidikan
adalah mudahnya para pelajar mengakses berbagai materi pelajaran ataupunyang lainnya
melalui teknologi informasi yang ada.
Namun demikian, selain
dampak positif yang diberikan oleh teknologi informasi juga ada beberapa dampak
negatifnya. Oleh karenanya kewaspadaan bangsa Indonesia terhadap dampak negatif
itu haruslah lebih ditingkatkan. Karena yang lebih banyak berkecimpung dengan
teknologi informasi adalah para pelajar. Jika para pelajar sudah merasakan
dampak negatif tersebut, dikhawatirkan norma-norma bangsa Indonesia yang
berlandaskan Pancasila akan semakin terkikis bermaan dengan perkembangan
teknologi informasi.
Hal ini menjadi tugas kita
bersama sebagai bangsa Indonesia untuk memecahkan masalah yang timbul dengan
adanya perkembangan teknologi. Karena disatu sisi kita membutuhkan teknologi,
namun disisi lain ada dampak negatif yang dibawa bersamaan perkembangan
teknologi tersebut. Pemecahan masalah ini harus dilakukan secara serempak oleh
seluruh lapisan masyarakat dengan komado dari pemerintah.
Kita berdo’a semoga
norma-norma bangsa indonesia yang telah diwariskan oleh Pancasila tidak
terkikis bersamaan dengan perkembangan teknologi yang ada saat ini. Amiin..
Jawab dengan essai !!
1.
Apakah benar komputer
meningkatkan kemampuan belajar ?
Benar, dengan adanya perkembangan Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK) terlebih komputer mampu meningkatkan kemampuan belajar.
Hingga saat ini TIK sudah banyak digunakan dalam pendidikan yang saat ini
terkenal dengan e-Education. Dengan adanya e-Education tersebut,
semua masalah yang ada dalam pembelajaran dapat diatasi. Seperti halnya dapat
mengakses materi pembelajaran, mencari pustaka dan lain sebagainya. Dengan
adanya perkembangan TIK dalam pendidikan, pola pembelajarannya pun menjadi
berubah. Karena pembelajaran dengan komputer lebih menarik bagi para peserta
didik. Dengan adanya TIK pula para siswa dituntut untuk dapat mengopersaiokan
komputer dalam rangka peningkatan SDM siswa tersebut. Karena dengan adanya
siswa mampu mengusai komputer dengan segala program yang disajikan, mereka akan
lebih leluasa mengakses informasi yang ada.
2.
Apakah komputer akan
mendorong manusia untuk mengembangkan ilmu?
Ya, dengan adanya komputer seseorang akan berusaha untuk
terus mengembangkan apa yang diketahuinya. Karena kebutuhan manusia yang
semakin bertambah, maka keinginan untuk memenuhinya pun semakin kuat. Oleh
karena itu, mereka terus mengembangka teknologi dalam rangka untuk memenuhi
kebutuhannya tersebut. Karena banyak orang yang beranggapan perkembangan TIK
sudah memberikan kontribusi yang cukup besar dalam kehidupannya. Sebagai satu
contoh seorang pengusaha yang menawarkan produksinya lewat internet atau
jejaring sosial yang lain. Mereka akan selalu berusaha mencari inovasi-inovasi
terbaru guna menarik para konsumen. Hal ini membuktikan bahwa dengan adanya
komputer akan mendorong manusia untuk terus mengembangkan ilmu.


nderek nyundul kang.. kersane rame... hehehe
BalasHapussiiippp....
Hapusoke...oke.....
BalasHapus